Loading
Kabayan News Jawa Barat Kabayan News Jawa Barat
/home / berita / Mahasiswa Unpad Ciptakan Alat...
BERITA

Mahasiswa Unpad Ciptakan Alat Pendeteksi Gempa Ayaque, Mampu Bedakan Getaran Manusia

By Bobi Alexsander Hutagalung • 2 min read • 12 September 2026
Alat pendeteksi gempa Ayaque karya mahasiswa Geofisika Unpad di Summarecon Mall Bandung

Alat pendeteksi gempa Ayaque karya mahasiswa Geofisika Unpad di Summarecon Mall Bandung

Ajang Unpad Innovation Day 2026 di Summarecon Mall Bandung mendadak riuh oleh kehadiran sebuah inovasi teknologi mitigasi bencana karya anak bangsa. Sekelompok mahasiswa Program Studi Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran berhasil mencuri perhatian publik lewat sebuah perangkat kotak hijau pintar bernama Ayaque.

Berdasarkan analisis tim redaksi, inovasi ini menjawab tantangan krusial di Indonesia yang sangat rawan terhadap bencana alam akibat letaknya di jalur Cincin Api Pasifik serta kondisi geografis Kota Bandung yang dikelilingi sesar aktif seperti Sesar Lembang dan Sesar Cimandiri. Kehadiran teknologi peringatan dini yang akurat menjadi kebutuhan mendesak bagi kawasan padat penduduk.

Salah satu perancang perangkat tersebut, Rahma Salam Handaruan, menjelaskan bahwa nama Ayaque sendiri merupakan akronim dari "ada gempa". Keunggulan utama dari purwarupa ini terletak pada penggunaan dua sensor berbeda yang disematkan langsung pada bodi perangkat serta diletakkan di permukaan tanah.

"Alat ini namanya Ayaque, artinya ada gempa. Di alat ini ada dua sensor, pertama sensor yang ada di alatnya dan yang kedua sensor yang ditaruh di permukaan," ujar Rahma saat ditemui di lokasi pameran.

Lebih lanjut, Rahma memaparkan bahwa kombinasi dua sensor ini berfungsi ganda untuk melakukan validasi sumber getaran secara presisi. Mekanisme tersebut dirancang agar perangkat tidak salah mengartikan getaran non-gempa seperti langkah kaki manusia, melainkan langsung memicu sistem peringatan dini berupa sirine ketika gempa sesungguhnya terjadi.

Meski saat ini masih berada dalam tahap purwarupa dan baru memakan waktu perakitan sekitar dua minggu, tim pengembang berharap perangkat ini bisa disempurnakan dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Harapannya, alat pendeteksi gempa ini kelak dapat dipasang secara massal di berbagai gedung perkantoran dan kawasan rawan bencana demi keamanan masyarakat luas.

Topics
ayaque alat pendeteksi gempa mahasiswa unpad geofisika unpad unpad innovation day 2026 mitigasi bencana sesar lembang teknologi indonesia
Jurnalis Hukum & Kriminal

Bobi adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas di Jawa Barat. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal di Jawa Barat.