Pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026), dipastikan berjalan sengit. Berdasarkan pengamatan awak media, duel sarat gengsi bertajuk El Clasico Indonesia ini menjanjikan pertarungan ketat meski atmosfer stadion bakal terasa berbeda.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Laga krusial perebutan tiket final tersebut rencananya akan dilangsungkan mulai pukul 15.30 WIB atau 16.30 WITA. Menanggapi duel sarat emosi ini, mantan pemain Persib Bandung, Asep Sumantri, membagikan pandangan serta analisisnya mengenai situasi yang harus dihadapi oleh skuad Maung Bandung di lapangan.
Menurut Asep Sumantri, tantangan terbesar bagi para pemain di laga sore nanti adalah menjaga tingkat motivasi agar tidak kendur. Mengutip penuturannya, kondisi pertandingan yang dilangsungkan di tempat netral serta tanpa kehadiran suporter dari kedua kesebelasan sedikit banyak pasti berpengaruh terhadap atmosfer di arena pertandingan.
Kendati demikian, situasi tanpa penonton tersebut wajib disikapi secara profesional oleh para penggawa Maung Bandung. Menurut analisis tim redaksi, hilangnya gemuruh dukungan suporter di stadion seharusnya tidak boleh mengurangi determinasi pemain di atas lapangan hijau untuk meraih kemenangan.
Asep Sumantri juga menyayangkan keputusan menggelar partai sebesar semifinal turnamen pramusim bergengsi ini tanpa kehadiran penonton. "Pertandingan Persib lawan Persija ini laga krusial, laga besar, jadi sangat disayangkan semifinal Piala Presiden tanpa penonton," ujar Asep dalam pandangannya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa turnamen Piala Presiden tahun ini sudah tidak lagi terasa seperti sekadar ajang pemanasan biasa. Mengingat gengsi yang tinggi serta nominal hadiah juara yang mencapai Rp 8 miliar, setiap tim dipastikan memburu gelar juara meski persiapan dan kelengkapan skuad belum sepenuhnya ideal.
Di sisi lain, para pelatih juga dihadapkan pada dilema tersendiri antara memburu prestasi maksimal atau menjaga kondisi fisik pemain agar terhindar dari cedera parah. Sebagaimana diketahui, beberapa pemain Persib seperti Berguinho dan Dion Markx sudah harus menepi akibat mengalami cedera di fase grup sebelumnya.