Kabar duka menyelimuti dunia musik Jawa Barat setelah vokalis grup musik Emka 9, Kanaya, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu, 13 September 2026. Almarhumah yang memiliki nama asli Wulan Isti Maharani berpulang akibat penyakit kanker yang dideritanya setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan di lapangan, prosesi pemakaman penyanyi berusia 36 tahun tersebut dilangsungkan di tempat pemakaman keluarga yang terletak di Kampung Mekarsari, Desa Sukajadi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Suasana haru dan isak tangis dari pihak keluarga, kerabat, serta rekan sejawat tampak mengiringi detik-detik terakhir pengantaran jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Berdasarkan pengamatan awak media, prosesi salat jenazah hingga pemakaman almarhumah dihadiri oleh sejumlah tokoh penting pemerintahan. Terlihat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Wakil Bupati Tasikmalaya, hingga Bupati Cianjur turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada sosok penyanyi yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan tersebut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenang almarhumah sebagai sosok pekerja seni yang memiliki dedikasi tinggi dan telah membersamai berbagai kegiatan kebudayaan sejak tahun 2019. "Sejak 2019 beliau bareng kami, sudah berapa tempat tatar Jabar hingga tatar Papua ikut, semoga almarhumah diterima iman islamnya," ungkap Dedi Mulyadi usai menghadiri prosesi pemakaman di wilayah Cisayong.
Sementara itu, Nurinda Hasbina selaku adik kandung almarhumah mengungkapkan bahwa kakaknya sempat mendapatkan perawatan medis selama kurang lebih dua minggu sebelum menghembuskan napas terakhirnya di RS Hasan Sadikin Bandung. Pihak keluarga mengenang almarhumah sebagai pribadi yang sangat baik, manja, dan tidak pernah mengeluh meskipun sedang berjuang melawan rasa sakit yang dideritanya.
Dari analisis tim redaksi, kepergian Kanaya menyisakan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi para penikmat seni di Jawa Barat. Konsistensinya dalam dunia tarik suara serta kedekatannya dengan para pejabat daerah menunjukkan bahwa almarhumah merupakan figur seniman lokal yang memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.