Awal perjalanan Mariano Peralta bersama Persib Bandung di kompetisi Super League 2026/2027 menyita perhatian publik sepak bola nasional. Sebagai pemain terbaik musim lalu bersama Borneo FC Samarinda, penyerang asal Argentina ini diharapkan langsung tajam sejak pekan pertama. Namun, dari tiga laga awal yang telah dilakoni Maung Bandung, keran gol Peralta masih belum terbuka dan ia juga belum mencatatkan assist di liga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan catatan tim redaksi, situasi ini tentu mengundang tanda tanya dari para suporter setia. Kendati demikian, minimnya gol bukan berarti pemain berpostur lincah tersebut kehilangan tajinya di atas lapangan hijau. Igor Tolic selaku pelatih tetap konsisten memberikan kepercayaan penuh kepada Peralta untuk tampil sebagai starter dalam tiga pertandingan melawan PSM Makassar, Persija Jakarta, serta Persijap Jepara.
Selama tiga pertandingan tersebut, sang penyerang telah mengumpulkan total 210 menit bermain. Ia tampil selama 77 menit ketika Persib menaklukkan PSM Makassar dengan skor 3-1, kemudian bermain 62 menit saat menghadapi Persija Jakarta, serta merumput selama 71 menit dalam kemenangan tipis 2-1 di markas Persijap Jepara. Kepercayaan besar dari jajaran pelatih membuktikan bahwa kontribusinya tidak hanya diukur dari papan skor semata.
Mengutip laporan dari pengamatan awak media, peran pemain kelahiran Argentina tersebut dalam mengkreasi serangan patut diaplikasikan secara positif. Saat bersua Persijap Jepara, ia sukses melepaskan dua umpan kunci krusial yang menjadi awal mula terciptanya gol bagi kemenangan tim kebanggaan Bobotoh. Umpan matangnya berkontribusi besar dalam proses gol yang dicetak oleh Thom Haye dan Uilliam Barros.
Selain itu, ketajaman Peralta sebenarnya sudah pernah ia buktikan saat berseragam Maung Bandung di kancah Asia. Ia sukses mencetak gol tunggal penentu kemenangan 1-0 atas Manila Digger pada babak playoff AFC Champions League Two, sekaligus mengantar tim lolos ke fase grup. Berdasarkan analisis performa, proses adaptasi dengan taktik baru dan ketatnya persaingan internal menjadi tantangan tersendiri yang sedang ia lewati.
Meskipun statistik di liga domestik belum mencatatkan namanya sebagai pencetak gol, kehadiran mantan bintang Borneo FC ini tetap menjadi simpul vital dalam alur serangan Persib Bandung. Publik kini tinggal menanti kapan ketajaman maksimal sang bomber benar-benar meledak di panggung Super League musim ini.