Krisis Internal FFF, Ketegangan Primes dan Fasilitas Rusak Hubungan Deschamps

Mantan pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps tampak lesu usai ketegangan internal dengan FFF selama Piala Dunia 2026.
Mantan pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps tampak lesu usai ketegangan internal dengan FFF selama Piala Dunia 2026.
Ringkasan: Krisis internal melanda Timnas Prancis selama Piala Dunia 2026 akibat memburuknya hubungan antara skuad Les Bleus dengan jajaran petinggi federasi (FFF).

Kondisi internal Timnas Prancis dilaporkan memburuk selama gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Ketegangan antara para pemain, pelatih Didier Deschamps, dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dipicu oleh masalah pemotongan bonus, penolakan fasilitas medis, hingga isu suksesi kepelatihan yang tidak kondusif.

Lingkungan Tidak Sehat Bikin Deschamps Angkat Kaki

Baca Juga

Suasana di dalam tim digambarkan sangat menyesakkan hingga memaksa Didier Deschamps untuk menyudahi kariernya sebagai arsitek Les Bleus. Setelah Prancis didepak Spanyol 0-2 di semifinal, Deschamps memilih mundur dari jabatannya tanpa menginginkan adanya seremoni penghormatan dari federasi.

Perselisihan tajam sempat terjadi ketika staf kepelatihan meminta fasilitas cryotherapy demi menghadapi musim panas menyengat di AS. Namun, manajemen FFF sempat menolak permintaan tersebut dengan alasan biaya yang terlalu mahal sebelum akhirnya luluh setelah protes keras.

Petinggi FFF Foya-foya di Tengah Pemotongan Bonus

Kemarahan skuad Prancis memuncak setelah mengetahui FFF memboyong 13 anggota Komite Eksekutif (Comex) dan 4 staf dengan penerbangan kelas bisnis seharga 120 ribu euro (sekitar Rp 2 miliar). Ironisnya, Presiden FFF Philippe Diallo sebelumnya meminta para pemain memangkas bonus dengan dalih federasi berpotensi merugi selama turnamen.

Kecemburan sosial juga terjadi saat laga fase grup melawan Norwegia, di mana rombongan pejabat FFF mendapat fasilitas ruang makan eksklusif yang jauh lebih mewah dibandingkan area jamuan untuk keluarga para pemain.

Negosiasi Alot Sebelum Terbang ke AS

Negosiasi bonus yang dipimpin Philippe Diallo berjalan sangat alot bahkan sempat membuat pemain jengkel saat di Clairefontaine. Diallo mengajukan syarat baru bahwa bonus baru cair jika Prancis menembus semifinal, bukan lagi babak 16 besar seperti turnamen sebelumnya.

Hubungan kian diperparah dengan blunder FFF yang membuka lowongan kerja untuk posisi perwira keamanan tim, padahal posisi tersebut masih dijabat oleh Mohamed Sanhadji, sosok yang sangat dihormati para pemain. Deschamps harus turun tangan langsung untuk menyelesaikan konflik eksternal tersebut.