Kondisi internal Timnas Prancis dilaporkan memburuk selama gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Ketegangan antara para pemain, pelatih Didier Deschamps, dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dipicu oleh masalah pemotongan bonus, penolakan fasilitas medis, hingga isu suksesi kepelatihan yang tidak kondusif.
Lingkungan Tidak Sehat Bikin Deschamps Angkat Kaki
Baca Juga
-
Atmosfer Super Bowl Warnai Finale Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium
Final Piala Dunia 2026 menghadirkan gaya hiburan khas Amerika Serikat di MetLife Stadium,...
-
Hanya Punya Dua Kiper, Persib Bandung Lirik Cahya Supriadi
Persib Bandung dilaporkan tengah mengincar kiper PSIM Yogyakarta Cahya Supriadi demi mengatasi...
-
Kalahkan Argentina, Spanyol Raih Gelar Juara Piala Dunia 2026
Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina lewat gol tunggal...
-
Mariano Peralta Bergabung, Kedalaman Skuad Persib Bandung Kian Mentereng
Persib Bandung resmi mendatangkan Mariano Peralta secara gratis. Masuknya MVP Super League ini...
Suasana di dalam tim digambarkan sangat menyesakkan hingga memaksa Didier Deschamps untuk menyudahi kariernya sebagai arsitek Les Bleus. Setelah Prancis didepak Spanyol 0-2 di semifinal, Deschamps memilih mundur dari jabatannya tanpa menginginkan adanya seremoni penghormatan dari federasi.
Perselisihan tajam sempat terjadi ketika staf kepelatihan meminta fasilitas cryotherapy demi menghadapi musim panas menyengat di AS. Namun, manajemen FFF sempat menolak permintaan tersebut dengan alasan biaya yang terlalu mahal sebelum akhirnya luluh setelah protes keras.
Petinggi FFF Foya-foya di Tengah Pemotongan Bonus
Kemarahan skuad Prancis memuncak setelah mengetahui FFF memboyong 13 anggota Komite Eksekutif (Comex) dan 4 staf dengan penerbangan kelas bisnis seharga 120 ribu euro (sekitar Rp 2 miliar). Ironisnya, Presiden FFF Philippe Diallo sebelumnya meminta para pemain memangkas bonus dengan dalih federasi berpotensi merugi selama turnamen.
Kecemburan sosial juga terjadi saat laga fase grup melawan Norwegia, di mana rombongan pejabat FFF mendapat fasilitas ruang makan eksklusif yang jauh lebih mewah dibandingkan area jamuan untuk keluarga para pemain.
Negosiasi Alot Sebelum Terbang ke AS
Negosiasi bonus yang dipimpin Philippe Diallo berjalan sangat alot bahkan sempat membuat pemain jengkel saat di Clairefontaine. Diallo mengajukan syarat baru bahwa bonus baru cair jika Prancis menembus semifinal, bukan lagi babak 16 besar seperti turnamen sebelumnya.
Hubungan kian diperparah dengan blunder FFF yang membuka lowongan kerja untuk posisi perwira keamanan tim, padahal posisi tersebut masih dijabat oleh Mohamed Sanhadji, sosok yang sangat dihormati para pemain. Deschamps harus turun tangan langsung untuk menyelesaikan konflik eksternal tersebut.