Zinedine Zidane Hadapi Tantangan Berat Krisis Bek Sayap Timnas Prancis

Zinedine Zidane bersiap melatih Timnas Prancis dan menghadapi tantangan krisis pemain di lini pertahanan.
Zinedine Zidane bersiap melatih Timnas Prancis dan menghadapi tantangan krisis pemain di lini pertahanan.
Ringkasan: Zinedine Zidane mewarisi skuad berbakat di Timnas Prancis, tetapi harus memutar otak untuk mengatasi krisis bek sayap dan regenerasi penjaga gawang.

Calon pelatih baru Tim Nasional Prancis Zinedine Zidane mewarisi skuad bertabur bintang muda berbakat dari Didier Deschamps. Namun, legenda Prancis tersebut bakal dihadapkan pada kekosongan lini pertahanan, terutama di posisi bek sayap dan regenerasi penjaga gawang.

Warisan Skuad Muda dan Kekurangan Sektor Kiper

Baca Juga

Meski pelatih Spanyol Luis de la Fuente sempat menyebut Prancis sebagai tim terbaik di dunia, hasil akhir turnamen menunjukkan masih ada celah besar. Zidane akan memanfaatkan peremajaan skuad yang dilakukan Deschamps, dengan deretan pemain muda seperti Koné, Doué, Barcola, Akliouche, hingga Cherki.

Masalah utama mulai terlihat di posisi penjaga gawang usai penampilan kurang memuaskan Mike Maignan (31 tahun). Opsi di posisi kiper tergolong terbatas sembari menunggu pematangan kiper muda seperti Robin Risser (21 tahun), Lucas Chevalier (24 tahun), dan Ewen Jaouen (20 tahun).

Krisis Bek Sayap Kanan dan Kiri

Sektor bek sayap menjadi PR terbesar Zidane akibat minimnya pembinaan pemain di posisi tersebut. Di sisi kanan, Jules Kounde masih fluktuatif, sedangkan Malo Gusto (23 tahun) tampil mengecewakan saat melawan Inggris.

Sisi kiri pertahanan juga tak kalah mengkhawatirkan karena Lucas Digne telah berusia 32 tahun dan Theo Hernandez mengalami penurunan performa. Zidane berpeluang memanggil kembali Ferland Mendy (31 tahun), dengan catatan bek Real Madrid tersebut mampu menjaga konsistensi fisik dan terbebas dari cedera.

Berburu Pemain Muda Bersama Bernard Diomede

Untuk menambal kelemahan tim jelang laga musim gugur 2026, Zidane akan berkolaborasi dengan rekannya, Bernard Diomede, guna memantau bakat dari tim junior. Zidane dipaksa bergerak cepat mencari opsi baru setelah Ayyoub Bouaddi lebih memilih membela Maroko.