Real Madrid bersiap menghadapi ujian berat dalam lawatan mereka ke markas Real Betis di Stadion de la Cartuja pada lanjutan ajang LaLiga. Pertandingan ini sarat akan emosi bagi bek Real Betis, Fran Garcia, yang untuk pertama kalinya harus berhadapan dengan mantan klub yang telah membesarkan namanya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bek berusia 27 tahun tersebut sebelumnya menghabiskan tiga musim bersama skuad utama Los Blancos sebelum memutuskan pindah pada bursa transfer musim panas ini. Pertemuan kedua tim semakin menyita perhatian publik karena Real Madrid kini berada di bawah komando pelatih anyar yang sarat pengalaman, Jose Mourinho.
Jose Mourinho resmi kembali menakhodai raksasa ibu kota Spanyol tersebut setelah 13 tahun berpisah guna menggantikan Alvaro Arbeloa. Kehadiran juru taktik asal Portugal ini membawa misi besar untuk memulihkan kejayaan tim setelah melewati dua musim beruntun tanpa raihan gelar juara.
Berdasarkan analisis awak media, penunjukan Mourinho bukan sekadar soal meracik strategi taktis di lapangan hijau, melainkan upaya manajemen meredam gesekan internal. Musim lalu, ruang ganti Los Blancos sempat diwarnai ketegangan dan situasi tidak kondusif yang mengganggu konsistensi permainan tim secara keseluruhan.
Menanggapi situasi tersebut, Fran Garcia secara terbuka melontarkan pujian tinggi kepada mantan pelatih Inter Milan dan Chelsea itu. "Kurasa tidak ada pengganti yang lebih baik lagi; dia ideal. Musim lalu itu tidak biasa, ada terlalu banyak keributan," cetus pesepakbola berusia 27 tahun tersebut.
Menurut pandangan Garcia, Mourinho memiliki kapasitas mental dan ketegasan yang dibutuhkan untuk merangkul kembali keharmonisan skuad. "Jika ada orang yang bisa mengembalikan Real Madrid ke jalurnya, ruang ganti, hubungan dengan fans, dan terutama, memberikan hasil, dia adalah Mourinho," tambahnya.
Keyakinan besar dari sang bek lawan kini akan diuji langsung di atas lapangan hijau saat Real Betis bertekad bangkit dari kekalahan telak atas Levante. Di sisi lain, skuad asuhan Mourinho datang dengan kepercayaan diri tinggi demi memburu kemenangan keempat secara beruntun di kasta tertinggi Liga Spanyol.