Loading
Kabayan News Jawa Barat Kabayan News Jawa Barat
/home / teknologi / Buyback Obligasi Gagal Tekan Suku...
TEKNOLOGI

Buyback Obligasi Gagal Tekan Suku Bunga KPR, Imbal Hasil AS Melonjak

By Redaksi Kabayan News Jawa Barat • 2 min read • 12 September 2026
Gedung Departemen Keuangan Amerika Serikat tempat kebijakan buyback obligasi dicanangkan

Gedung Departemen Keuangan Amerika Serikat tempat kebijakan buyback obligasi dicanangkan

Upaya Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk meredam kenaikan imbal hasil melalui program pembelian kembali atau buyback obligasi senilai 6 miliar dolar AS dilaporkan gagal mencapai target. Alih-alih melandai, imbal hasil obligasi pemerintah justru terus merangkak naik dengan catatan surat utang tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kondisi ini langsung berdampak pada sektor perumahan, di mana para calon pembeli rumah dan pemilik hipotek yang mengharapkan keringanan justru dihadapkan pada kenyataan pahit berupa suku bunga KPR yang merayap naik hingga menembus angka 7 persen.

Menanggapi kritik atas program tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dengan tegas membantah anggapan bahwa operasi buyback tersebut mengalami kegagalan total. Menurut Bessent dalam wawancaranya bersama Steve Bannon di program War Room, rendahnya volume penawaran dari para pelaku pasar menjadi faktor utama mengapa program tidak berjalan optimal seperti biasanya. "Operasi kami tidak bekerja karena kami hanya mendapat tawaran 10 miliar dolar untuk program buyback ini, padahal biasanya kami mendapat 20 miliar dolar," ujar Bessent, seraya menambahkan bahwa ia memilih untuk mengabaikan kebisingan pasar demi menjaga stabilitas ekonomi di tengah konflik geopolitik.

Dari analisis awak media, kegagalan intervensi fiskal ini tidak lepas dari bayang-bayang lonjakan harga energi serta rilis data inflasi produsen yang mengecewakan pasar keuangan. Matthew Graham selaku editor dari Mortgage News Daily menilai bahwa minimnya penawaran buyback mencerminkan rendahnya permintaan dari investor yang memilih untuk mempertahankan obligasi jangka panjang mereka. Sementara itu, ekonom senior Anthony Chan memandang ambisi pemerintah untuk menekan imbal hasil demi membantu daya beli masyarakat menghadapi tantangan berat akibat defisit anggaran federal yang masih menggunung dan ketahanan inflasi yang tinggi.

Situasi pasar keuangan global saat ini semakin kompleks karena imbal hasil obligasi sangat erat kaitannya dengan gejolak harga komoditas minyak mentah dunia. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kebijakan moneter bank sentral serta beban utang nasional AS yang telah mencapai rekor fantastis turut mempersempit ruang gerak bagi penurunan biaya pinjaman jangka panjang. Ke depan, Departemen Keuangan berencana melanjutkan aksi intervensi dengan membeli obligasi bertenor 20 hingga 30 tahun demi meredam gejolak lanjutan dan menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

Topics
buyback obligasi suku bunga kpr treasury as scott bessent pasar keuangan inflasi as ekonomi global federal reserve
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News Jawa Barat adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas seputar Jawa Barat dan sekitarnya.