CEO Nvidia Jensen Huang kembali menegaskan keyakinannya terhadap masa depan industri kecerdasan buatan dalam ajang konferensi teknologi bergengsi baru-baru ini. Ia memproyeksikan ukuran pasar teknologi tersebut akan melesat hingga mencapai angka 3 triliun hingga 4 triliun dolar AS menjelang tahun 2030 mendatang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, pernyataan tersebut disampaikan Jensen Huang dalam konferensi Goldman Sachs Communacopia & Tech, persis setahun setelah ia melontarkan proyeksi serupa di panggung yang sama. Menurut analisis tim redaksi, industri semikonduktor global kini berada di jalur ekspansi masif seiring berakhirnya hukum Moore dan lahirnya lapisan komputasi baru berbasis AI.
Kinerja keuangan Nvidia yang solid turut memperkuat optimisme sang CEO di tengah tingginya adopsi teknologi pintar oleh berbagai korporasi global. Mengutip laporan keuangan terbaru, perusahaan membukukan laba per saham serta pendapatan kuartalan yang sukses melampaui ekspektasi konsensus para analis di Wall Street.
Pendapatan dari lini pusat data mendominasi pencapaian fantastis tersebut dengan angka penjualan yang jauh melampaui proyeksi awal pasar. Berdasarkan pengamatan awak media, tingginya permintaan cip canggih ini membuat perusahaan harus berjuang ekstra keras untuk mengimbangi lonjakan pesanan dari berbagai penyedia layanan cloud.
Kendati dihadapkan pada tantangan keterbatasan pasokan komponen cip memori, Nvidia tetap memproyeksikan pertumbuhan pendapatan yang sangat fantastis untuk beberapa tahun ke depan. Kemitraan strategis dengan berbagai pihak seperti CoreWeave juga semakin mengukuhkan posisi Nvidia sebagai tulang punggung utama ekosistem kecerdasan buatan global.