Niat hati hendak mengambil air untuk berwudu, seorang remaja berusia 18 tahun justru harus meregang nyawa setelah terpeleset dan terbawa arus deras Sungai Citarum di Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, insiden tragis ini kembali membuka mata publik mengenai pentingnya faktor keselamatan dan kewaspadaan ekstra saat masyarakat harus beraktivitas di sekitar aliran sungai yang memiliki arus kuat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Ade Dian Permana menjelaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim penyelamat setelah menerima laporan musibah nahas tersebut pada Rabu pagi.
"Pencarian hari pertama tidak berjalan maksimal karena sudah malam dan cuaca sempat turun hujan. Ketika pencarian Rabu pagi hendak dilakukan, petugas mendapat informasi dari warga terkait penemuan jenazah korban," ujar Ade.
Berdasarkan laporan di lapangan, jasad korban yang diketahui bernama Rifal Lurohman tersebut berhasil ditemukan oleh warga dan tim SAR gabungan sejauh sembilan kilometer dari titik awal korban dilaporkan terjatuh.
Dari pengamatan tim redaksi, jenazah korban yang merupakan seorang santri tersebut langsung dievakuasi menuju Pesantren Assalaful Jadid Yayasan Albantari tempatnya menimba ilmu untuk segera dikebumikan oleh pihak keluarga.
Menanggapi peristiwa memilukan ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung secara tegas mengimbau masyarakat luas agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan tinggi ketika beraktivitas di dekat perairan umum guna menghindari kejadian serupa.