Pasar saham Amerika Serikat di ambang pembukaan yang suram setelah indeks berjangka mengalami penurunan pada perdagangan Kamis. Kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi serta gelombang kenaikan imbal hasil obligasi mendominasi sentimen pasar, menepis optimisme terkait perkembangan diplomasi di kawasan Timur Tengah dan euforia kecerdasan buatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data perdagangan, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average terpantau melemah sebesar 0,2 persen. Koreksi serupa juga dialami oleh indeks S&P 500 yang terkoreksi 0,4 persen, sementara kontrak berjangka Nasdaq-100 merosot hingga 0,5 persen menyusul kinerja negatif Wall Street pada sesi sebelumnya.
Menurut analisis dari awak media, pasar saat ini berada dalam tekanan berat akibat aksi jual di pasar surat utang. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun sempat menyentuh level tertingginya sejak tahun 2007 setelah rilis data ekonomi menunjukkan pertumbuhan bisnis yang solid, yang pada akhirnya memicu kekhawatiran lanjutan mengenai potensi kenaikan suku bunga.
Di sisi lain, perhatian investor global tertuju pada agenda penting di Washington, di mana Presiden China Xi Jinping tiba untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Donald Trump. Menteri Keuangan Scott Bessent sebelumnya mengonfirmasi bahwa AS dan China sepakat memperpanjang gencatan senjata dagang selama dua bulan ke depan hingga 10 Januari.
Sementara itu, dari sektor korporasi teknologi, CEO Meta Mark Zuckerberg mengumumkan strategi monetisasi untuk agen kecerdasan buatan andalan mereka, Muse AI. Dalam acara Meta Connect, Zuckerberg menjelaskan bahwa Muse akan digratiskan untuk penggunaan token tertentu, di mana perusahaan nantinya akan mengambil keuntungan melalui potongan kecil dari setiap transaksi ritel yang terintegrasi.