Warga di sekitar Pantai Salatri, Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, mendadak dihebohkan dengan penemuan bangkai seekor mamalia laut berukuran besar. Berdasarkan laporan yang dihimpun, seekor paus dengan panjang mencapai 4 meter ditemukan terdampar di bibir pantai pada Selasa siang, 22 September 2026, dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, fenomena warga memotong bangkai hewan laut terdampar sering kali mencerminkan minimnya edukasi publik terkait bahaya konsumsi daging mamalia laut yang mati terdampar. Sisa-sisa tubuh hewan yang membusuk di perairan terbuka berpotensi membawa racun atau penyakit berbahaya jika dikonsumsi secara sembarangan oleh masyarakat.
Kapolsek Agrabinta Iptu Wikatmono membenarkan adanya peristiwa penemuan bangkai hewan berukuran raksasa tersebut di wilayah hukumnya. "Informasinya ditemukan pada Selasa siang. Kondisinya sudah tewas terdampar di Pantai Salatri," kata Wikatmono saat memberikan keterangan kepada awak media.
Namun, situasi di lokasi penemuan sempat menjadi sorotan setelah warga beramai-ramai mendatangi bangkai hewan tersebut dan memotong-motong dagingnya. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, warga tampak menggunakan berbagai peralatan tajam seperti pisau hingga golok untuk menguliti dan membawa pulang potongan daging paus tersebut.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting akan perlunya koordinasi cepat antara masyarakat dan instansi terkait penanganan satwa dilindungi atau terdampar. Ketiadaan tindakan pengamanan awal di lokasi membuat bangkai tersebut habis dalam waktu singkat sebelum petugas berwenang tiba di tempat kejadian.
Pihak kepolisian yang baru tiba di lokasi mendapati kondisi bangkai sudah tidak utuh lagi karena sebagian besar tubuhnya telah raib dipangkas warga. "Begitu petugas mendatangi lokasi, paus tersebut sudah tersisa sebagian dari perut sampai kepala. Dagingnya sudah dipotong-potong dan diambil warga," jelas Iptu Wikatmono mengenai situasi di lapangan.
Menghadapi kondisi sisa bangkai yang tidak memungkinkan untuk dievakuasi secara utuh, aparat kepolisian bersama warga akhirnya memutuskan untuk membuang bagian tubuh yang tersisa kembali ke tengah laut. Hingga saat ini, pihak berwenang mengaku masih belum dapat memastikan jenis spesifik paus tersebut serta penyebab pasti insiden terdamparnya mamalia laut itu di pesisir Agrabinta.