Insiden tragis tenggelamnya kapal KM Virgo masih menyisakan duka mendalam sekaligus kekecewaan bagi para korban selamat yang luput dari perhatian pemerintah provinsi. Salah satunya dirasakan oleh Paisal Weskurni, pemuda berusia 26 tahun asal Bandung Barat yang turut menjadi saksi hidup dalam peristiwa nahas tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengakuannya, bantuan uang tunggu dan santunan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM hanya mengalir kepada korban yang berasal dari daerah Garut dan Cianjur. Padahal, ia merupakan warga ber-KTP Bandung Barat setelah menikah dengan seorang wanita asal Sindangkerta.
"Dari KDM tidak dapat, yang dapat hanya orang Garut sama orang Cianjur," ungkap Paisal saat memberikan keterangan kepada awak media pada Kamis, 24 September 2026.
Paisal menduga terdapat ketimpangan dalam pendataan atau klaim kelompok tertentu yang mengatasnamakan daerah asal. Ia menyebutkan bahwa para korban selamat asal Garut sempat membuat komitmen bersama untuk saling menjaga dan pulang secara bersama-sama ke Jawa Barat, namun janji tersebut dilanggar setelah dana bantuan cair.
"Sebelum ada bantuan dari KDM, mereka yang selamat itu bilang ke aku, a kita berangkat bareng pulang harus bebarengan, walaupun dalam keadaan mati kita harus pulang bebarengan. Pas setelah dapet santunan dari KDM langsung jam 2 malam pulang ninggalin kita, tidak ada ngasi kabar," keluhnya dengan nada kecewa.
Dari analisis tim redaksi, peristiwa ini menyoroti pentingnya transparansi serta pemerataan data korban bencana agar tidak ada pihak yang merasa diabaikan dalam situasi darurat. Solidaritas sosial yang rapuh di tengah krisis juga menjadi catatan penting bagi penanganan korban di masa mendatang.
Kendati demikian, Paisal tidak memungkiri bahwa dirinya tetap mendapatkan uluran tangan dari pihak lain. Ia mengaku telah menerima bantuan finansial dari manajemen KM Virgo, tokoh masyarakat setempat, serta fasilitasi kepulangan hingga bantuan logistik dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.