Miliarder sekaligus pendiri DoubleLine Capital, Jeffrey Gundlach, melontarkan peringatan keras bagi para pelaku pasar yang menanamkan modalnya pada sektor kecerdasan buatan atau AI. Berdasarkan laporan dari berbagai sumber keuangan global, investor kawakan yang pernah memprediksi krisis perumahan 2007 ini secara terbuka menyatakan ingin keluar sepenuhnya dari demam aset teknologi tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam sebuah wawancara eksklusif, Gundlach menilai bahwa narasi besar mengenai masa depan AI mulai menunjukkan keretakan yang signifikan di kalangan pelaku industri. Sebagaimana diungkapkan oleh sang miliarder, perubahan pandangan publik ini sangat mirip dengan sejarah masa lalu di mana sentimen positif terhadap suatu inovasi dapat berbalik menjadi kekhawatiran besar dalam waktu singkat.
Menurut pengamatan tim redaksi, kekhawatiran utama Gundlach berpusat pada valuasi pasar yang sudah terlalu tinggi di tengah persaingan ketat antarperusahaan raksasa teknologi. Dari analisis awak media, dominasi pasar yang dikuasai oleh segelintir pemain besar berpotensi menciptakan ketimpangan ekonomi dan memicu kejatuhan harga aset berisiko dalam waktu dekat.
Sebagai alternatif strategi investasi, Gundlach menyarankan agar para investor mengurangi eksposur secara drastis dan mengalihkan dana ke instrumen yang lebih seimbang. Ia merekomendasikan porsi alokasi ke dalam indeks saham yang setara, produk pendapatan tetap, komoditas emas, hingga aset riil guna melindungi portofolio dari potensi guncangan pasar.
Meskipun tidak menyarankan penjualan secara panik atau mengambil posisi jual pendek secara agresif, langkah antisipasi ini dinilai penting untuk menghindari dampak terburuk dari gelembung ekonomi digital. Keputusan tersebut mencerminkan kehati-hatian investor profesional dalam menghadapi ketidakpastian global yang masih membayangi pasar keuangan internasional.