Tekanan terhadap bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve untuk segera mengambil langkah konkret semakin menguat. Sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack dengan tegas menyatakan bahwa sudah waktunya bagi otoritas moneter untuk bertindak mendinginkan laju inflasi yang dinilai masih belum terkendali dengan optimal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari pengamatan tim redaksi, desakan ini mencerminkan adanya ketegangan internal yang kian kentara di tubuh petinggi bank sentral terkait efektivitas kebijakan saat ini. Sebelumnya, Hammack tercatat sebagai salah satu dari sedikit pembuat kebijakan yang memilih untuk berbeda pendapat saat Fed memutuskan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan bulan Juli lalu.
Dalam pernyataannya yang diunggah melalui media sosial, ia mengungkapkan bahwa data ekonomi serta laporan langsung dari lapangan menunjukkan instrumen kebijakan moneter saat ini belum memberikan tekanan yang cukup signifikan terhadap perekonomian. Mengutip laporan dari awak media, salah satu pelaku industri manufaktur di wilayah kerjanya bahkan mendesak agar suku bunga segera dinaikkan menyusul lonjakan harga bahan baku yang masih menembus dua digit.
Menurut Beth Hammack, "Right now, what I'm hearing is that it's time to act." Pesan tersebut mengisyaratkan urgensi bagi para pembuat kebijakan untuk tidak ragu mengambil langkah pengetatan lanjutan demi mencegah lonjakan harga yang lebih parah di masa mendatang.
Dewan Gubernur Federal Reserve sendiri dijadwalkan akan kembali menggelar pertemuan penting pada pertengahan bulan September untuk menentukan arah kebijakan suku bunga acuan. Berdasarkan pengamatan pasar keuangan, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang mengalami lonjakan setelah rilis data ketenagakerjaan yang jauh melampaui ekspektasi para pengamat ekonomi.