Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti tingginya kasus judi online di Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Berdasarkan data terkini yang diterimanya pada Senin (20/7/2026), para pelaku judi online di wilayah tersebut didominasi oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
Masuk Peringkat 10 Besar Nasional
Baca Juga
-
14 Kecamatan Krisis Air, Cianjur Tetapkan Tanggap Darurat Kekeringan
Pemkab Cianjur resmi menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan menyusul krisis air...
-
Dua Personel Click-B Pamer Wajah Putri Mereka, Mirip Banget Sang Ayah
Dua mantan anggota Click-B, Oh Jonghyuk dan Yoo Hoseok, mengejutkan penggemar setelah membagikan...
-
Gempa Sukabumi Trigger Longsor di Salawu Tasikmalaya, 2 Hektare Sawah Tertimbun
Longsor melanda Desa Neglasari, Salawu, Tasikmalaya usai gempa Sukabumi. Sebanyak 2 hektare...
-
Tersangkut Layang-layang, Kereta Cepat Whoosh Sempat Terhenti di Cimahi
Kereta Cepat Whoosh relasi Halim-Tegalluar terpaksa berhenti di Cimahi akibat tersangkut...
Kecamatan Bojongloa Kaler kini bertengger di urutan ke-10 nasional berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Wilayah ini mencatat sebanyak 5.090 pemain judi online dengan akumulasi nilai transaksi deposit mencapai Rp 22,3 miliar.
"Saya lagi berusaha mendalami, tapi dari profiling yang saya terima tentang mereka yang menjadi korban judol dan pinjol itu rata-rata memang masyarakat dari kalangan menengah ke bawah," kata Farhan.
Lingkaran Setan Kecanduan Judol dan Pinjol
Farhan menjelaskan efek kecanduan judi online sangat merusak psikologis para pemainnya. Situasi kian parah karena tidak sedikit dari mereka yang nekat mengakses pinjaman online (pinjol) ilegal demi modal bertaruh kembali.
"Orang ikut sekali, ikut dua kali, menang. Pengen ikut lagi dong. Tapi makin lama makin jarang menangnya, tapi makin besar taruhan. Nah, itu yang disebut sebagai kecanduan," ungkapnya. Guna mengendalikan masalah ini, Pemkot Bandung tengah berkoordinasi dengan Kementerian Komdigi.
Pendekatan Melalui Penguatan Keluarga
Meski telah mengantongi identitas para pemain di Bojongloa Kaler, Farhan menegaskan penanganan tidak akan dilakukan perorangan. Mekanisme pembinaan akan difokuskan melalui pendekatan dan penguatan institusi keluarga, serupa dengan penanganan pecandu narkoba.
Sebagai langkah cepat, Wali Kota Bandung memberikan perhatian khusus bagi kawasan Bojongloa Kaler selama sepekan ke depan. Farhan memastikan akan segera memanggil camat dan lurah setempat untuk mengoptimalkan strategi penanganan di lapangan.