Teka-teki besar di balik hilangnya rombongan jurnalis yang meliput aktivitas vulkanik di Selat Sunda akhirnya perlahan mulai terkuak setelah tim penyelamat menemukan titik terang di wilayah perairan Sumatera.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dan pencocokan DNA, jasad seorang pria yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, dipastikan adalah Surakman yang bertindak sebagai kru kapal Arupadatu 1.
Mengutip laporan kepolisian, "Dari DNA, ada persamaan dengan korban ABK Sukarman," yang selama ini dilaporkan hilang bersama lima orang wartawan serta dua kru kapal lainnya.
Surakman atau yang juga dikenal dengan nama Sukarman merupakan warga Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang sehari-hari menggantungkan hidupnya di laut sejak usia sekolah dasar sebagai nelayan berpengalaman.
Menurut catatan tim redaksi, pelayaran nahas tersebut dilakukan menggunakan kapal Arupadatu 1 untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal bulan September 2026 sebelum akhirnya mengalami hilang kontak.
Hingga saat ini, proses evakuasi jenazah terus dikoordinasikan oleh pihak Polairud di Bengkulu, sementara tim SAR gabungan masih memfokuskan upaya pencarian intensif terhadap korban lainnya yang belum ditemukan.