Kabar kurang mengenakkan datang bagi pendukung setia Maung Bandung menyusul kepastian bahwa tim kebanggaan mereka harus berbesar hati meninggalkan kandang utamanya dalam waktu dekat. Persib Bandung dipastikan tidak dapat lagi menggunakan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk melakoni sisa laga BRI Super League 2026/2027 akibat agenda sterilisasi stadion.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun dari pemerintah daerah setempat, penutupan venue ikonik tersebut mulai diberlakukan secara efektif sejak awal bulan September tahun ini demi kepentingan pemeliharaan rumput secara menyeluruh. Berdasarkan keterangan resmi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Dicky Anugrah, langkah perbaikan ini merupakan bagian krusial dari standar operasional yang ditetapkan untuk menyambut turnamen internasional.
"Setelah tanggal 31 Agustus dan hari ini FIFA sudah melakukan perbaikan-perbaikan rumput, Si Jalak Harupat tidak diperkenankan digunakan untuk pertandingan apa pun, termasuk BRI Super League," ujar Dicky memberikan penegasan terkait kebijakan pembatasan penggunaan fasilitas olahraga tersebut.
Dari analisis awak media, keputusan penutupan stadion ini tentu memberikan tantangan tersendiri bagi manajemen klub dalam mencari venue alternatif demi menjaga tren positif tim di kompetisi domestik. Apalagi, larangan keras ini bukan berasal dari kebijakan internal pemerintah daerah semata, melainkan instruksi langsung dari otoritas tertinggi sepak bola dunia dan nasional yang wajib dipatuhi tanpa pengecualian.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa proses pemeliharaan rumput yang sedang berlangsung mencakup teknik pemadatan serta penguatan akar secara intensif agar kualitas lapangan benar-benar prima saat kick-off turnamen internasional dimulai. Rangkaian persiapan tersebut dijadwalkan akan memasuki tahap krusial pada pertengahan September mendatang, di mana sejumlah delegasi negara peserta dari kawasan Asia Tenggara mulai berdatangan untuk menjajal fasilitas stadion.
"Pada 19 September sudah ada persiapan uji coba lapangan dan persiapan peserta. Tamu dari ASEAN sudah mulai datang, termasuk untuk uji coba lapangan," tambahnya mengenai agenda lanjutan menjelang seremoni pembukaan resmi yang dipusatkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.