Kasus raibnya bantuan alat mesin pertanian atau alsintan di Kabupaten Sukabumi mendadak menjadi perbincangan hangat publik setelah diungkap oleh seorang petani sekaligus kreator konten lokal. Unit traktor roda empat bernilai ratusan juta rupiah yang seharusnya dimanfaatkan oleh kelompok tani setempat justru dilaporkan hilang tanpa kejelasan selama satu tahun penuh sebelum akhirnya terlacak di wilayah lain.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan penelusuran di lapangan, unit mesin pertanian tersebut merupakan bantuan resmi dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian yang bersumber dari anggaran APBN. Pada bodi mesin tampak jelas plakat penegasan bahwa bantuan pemerintah tersebut diberikan secara gratis dan tidak diperjualbelikan kepada pihak manapun.
Berdasarkan analisis awak media, kasus ini menyoroti lemahnya tata kelola dan pengawasan distribusi aset negara di tingkat daerah yang rentan disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Hilangnya alsintan ini berawal ketika unit yang sudah diterima resmi oleh Kelompok Tani Arsina di Kecamatan Cidadap tiba-tiba ditarik oleh pihak luar yang mengatasnamakan organisasi pertanian tingkat kabupaten.
Upaya pencarian yang dilakukan oleh warga sempat menemui jalan buntu akibat minimnya kooperatif dari pihak berwenang setempat. Bahkan, sejumlah petugas dinas terkait dilaporkan sempat memberikan respons tertutup hingga memblokir nomor kontak warga yang mencoba mengonfirmasi kejelasan keberadaan mesin tersebut.
Setelah kasus ini viral di media sosial, traktor tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi terbengkalai dan mengalami kerusakan di wilayah Kecamatan Cidolog. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, insiden ini mencerminkan perlunya audit menyeluruh serta perbaikan sistem pengawasan distribusi bantuan agar hak para petani tidak dirampas oleh kepentingan oknum tertentu.