Kondisi mengejutkan terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, di mana tingkat okupansi tempat tidur di Unit Gawat Darurat (UGD) serta kamar perawatan terpantau mengalami lonjakan yang sangat tinggi. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, situasi padatnya fasilitas kesehatan ini langsung memantik perhatian publik di tengah dinamika kesehatan masyarakat Jawa Barat saat ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Direktur Utama RSHS Bandung, Rachim Dinata Marsidi, dengan tegas mengonfirmasi tingginya angka keterisian tempat tidur tersebut saat dihubungi awak media pada Kamis, 24 September 2026. Menurut penjelasannya, lonjakan ini terjadi karena banyaknya pasien yang memang membutuhkan penanganan medis lanjutan secara intensif.
"Memang sangat tinggi okupansi tempat tidur di UGD dan kamar perawatan di RSHS. Tapi, hubungannya dengan influenza A tidak signifikan," ujar Rachim Dinata Marsidi memberikan kejelasan di tengah isu kesehatan yang beredar.
Kendati demikian, pihak manajemen RSHS menyayangkan masih banyaknya fasilitas kesehatan tingkat lanjut di sekitar wilayah Bandung yang terlalu mudah merujuk pasien ke rumah sakit pusat. Berdasarkan analisis awak media, fenomena overload ini kerap terjadi akibat rumah sakit daerah kurang maksimal dalam menangani kasus-kasus yang sebenarnya masih bisa diselesaikan di fasilitas asal.
"Seharusnya bisa diselesaikan di rumah sakitnya, jadi tak perlu dikirim ke RSHS kalau tingkat penyakitnya tak terlalu sulit atau kompleks," tegas Rachim menyikapi alur rujukan pasien yang dinilai kurang efektif.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi, sempat membenarkan adanya tren peningkatan kasus gangguan saluran pernapasan di berbagai fasilitas kesehatan daerah. Meskipun demikian, pemerintah memastikan bahwa jumlah kasus yang terpantau melalui sistem pelaporan masih berada di bawah ambang batas maksimal pemantauan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada dengan terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengingat potensi penularan virus influenza A tergolong cepat dengan gejala yang lebih berat dari flu biasa.