Unggah Parodi Sampul Album BTS, Timnas Argentina Diamuk Penggemar

Grup musik asal Korea Selatan BTS saat bersiap tampil dalam acara jeda babak pertama Final Piala Dunia 2026.
Grup musik asal Korea Selatan BTS saat bersiap tampil dalam acara jeda babak pertama Final Piala Dunia 2026.
Ringkasan: Akun resmi Timnas Argentina dihujat fans BTS setelah mengunggah foto editan yang memparodikan sampul album tur grup K-Pop tersebut.

Akun resmi Timnas Argentina dalam bahasa Inggris memicu kontroversi panas di media sosial menjelang laga final Piala Dunia 2026 pada Minggu (19/7/2026). Manajemen media sosial tim Tango mengunggah foto parodi yang menggunakan identitas visual dari grup K-Pop populer, BTS.

Pemicu Amarah Fans K-Pop

Baca Juga

Unggahan tersebut menampilkan foto beberapa penggawa timnas Argentina dengan logo yang telah dimodifikasi. Desain gambar itu meniru konsep sampul album Arirang milik BTS yang saat ini sedang melakoni tur global mereka.

Para penggemar BTS langsung merespons negatif dan menganggap tindakan tersebut sebagai upaya panjat sosial. Sejumlah netizen bahkan mengungkit rekam jejak isu rasisme yang kerap menyeret oknum suporter sepak bola negara Amerika Latin tersebut.

Perdebatan di Kalangan Penggemar

Meski banyak yang mengecam, sebagian fans lain menilai unggahan parodi tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Mereka menganggap interaksi ini justru menjadi kesempatan bagus bagi BTS untuk mendapatkan eksposur yang lebih luas dari pencinta sepak bola dunia.

Sebab, BTS sendiri dijadwalkan menjadi salah satu pengisi acara utama dalam pertunjukan jeda babak pertama (halftime show) berdurasi 11 menit di MetLife Stadium. Laga pamungkas Piala Dunia 2026 itu mempertemukan Argentina melawan Spanyol.

Dampak Terhadap Citra Tim

Kritik publik di media sosial terpantau meluas hingga membahas hak istimewa tim di mata FIFA hingga perbandingan budaya antarkedua negara. Sampai saat ini, pihak asosiasi sepak bola Argentina belum memberikan klarifikasi lanjutan mengenai unggahan viral tersebut.

Hubungan antara industri hiburan pop Korea dan sepak bola internasional kini semakin erat namun juga sensitif. Manajemen masing-masing tim dituntut lebih berhati-hati dalam memanfaatkan aset kreatif para idola global demi menghindari gesekan digital.