Ajang bergengsi tingkat internasional West Java Paragliding Championship (WJPC) 2026 resmi ditutup di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang, Minggu malam, 20 September 2026. Kompetisi paralayang yang menarik perhatian puluhan pilot dari berbagai negara ini sukses melahirkan para juara baru dari berbagai kategori yang dipertandingkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan awak media, kejuaraan yang berlangsung sejak 11 hingga 20 September 2026 di kawasan Batu Dua, Sumedang, mempertandingkan sejumlah kelas menarik seperti National Indonesia, Fun Class, Female Class, Sports Class, Junior U26, Team, hingga Overall.
Pada kategori National Indonesia, atlet andalan tanah air Jafro Megawanto asal Jawa Timur tampil begitu perkasa dengan mengoleksi total 3.353,1 poin. Ia berhasil mengungguli pesaing ketatnya, Krisdiantono dan Samuel Pisga Drajad yang masing-masing menduduki peringkat kedua dan ketiga.
Tidak hanya berjaya di tingkat nasional, analisis tim redaksi menunjukkan bahwa performa Jafro sangat luar biasa karena ia juga sukses mengamankan posisi ketiga di klasemen umum atau Overall. Capaian ini semakin mempertegas dominasi atlet paralayang Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu, persaingan sengit juga terjadi pada kategori beregu yang secara mengejutkan dimenangkan oleh Tim Tahu Sumedang dengan perolehan fantastis 11.779,7 poin. Tim tangguh ini diperkuat oleh deretan atlet internasional seperti Vit Pekarek, Pavel Iker, Jinhee Baek, dan Nurhaqimy Ismail.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyatakan bahwa kehadiran para pilot dari berbagai penjuru dunia membuktikan potensi besar daerahnya. Sumedang dinilai sangat siap dan layak menjadi salah satu destinasi utama wisata olahraga paralayang berstandar internasional.