Loading
Kabayan News Jawa Barat Kabayan News Jawa Barat
/home / teknologi / Trump Dorong Bangun Kilang Minyak,...
TEKNOLOGI

Trump Dorong Bangun Kilang Minyak, Harga BBM AS Gagal Turun

By Redaksi Kabayan News Jawa Barat • 2 min read • 13 September 2026
Kilang minyak di Amerika Serikat beroperasi di tengah lonjakan harga BBM dan krisis energi global

Kilang minyak di Amerika Serikat beroperasi di tengah lonjakan harga BBM dan krisis energi global

Ambisi besar Presiden Donald Trump merevitalisasi dan menambah jumlah kilang minyak di Amerika Serikat demi menekan harga bahan bakar minyak tampaknya membentur tembok tebal realitas pasar. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kebijakan intervensi Gedung Putih memanggil para bos migas menghadapi jalan buntu akibat kalkulasi bisnis yang jauh berbeda dari retorika politik.

Juru bicara Gedung Putih Taylor Rogers menegaskan "President Trump and his entire energy team will continue supporting reopening shuttered refineries, expanding the capacity of existing refineries, and constructing new refineries to lower prices and strengthen our national security" dalam laporan CNN. Kendati demikian, realitas di lapangan membuktikan pembangunan kilang skala besar terakhir kali terjadi pada 1977 silam.

Dari analisis awak media, lonjakan harga BBM saat ini lebih dipicu oleh penyusutan suplai global hingga 2 juta barel per hari akibat konflik di Timur Tengah dan Rusia, serta gangguan di Selat Hormuz. CEO ExxonMobil Darren Wood mengungkapkan "In my 35 years in the refining business, there's been an excess supply. (But now) we have a refinery constraint", menegaskan bahwa persoalan utama terletak pada kapasitas pemurnian global, bukan sekadar produksi minyak mentah.

Ironisnya, kilang-kilang di AS saat ini justru meraup laba fantastis menembus kisaran $40 hingga $50 per barel untuk bensin dan sekitar $100 per barel untuk solar. Tom Kloza selaku analis minyak independen menyebut angka tersebut "aren't just off the chart — they're out of the galaxy". Tingginyautilitas mendekati 100 persen ini membuat perusahaan migas memilih menunda perawatan rutin demi mengejar cuan jangka pendek.

Kendati kapasitas kilang AS secara historis sempat mencetak rekor 18,6 juta barel per hari pada 2019 sebelum turun tipis 3 persen, ekspansi kilang baru membutuhkan waktu 4 hingga 5 tahun. Mengutip pandangan John Auers dari Novi Labs, "It doesn't really matter what's happening now or next year when making plans for a major expansion project", mengingat ketidakpastian transisi energi dan penurunan permintaan bensin domestik akibat adopsi mobil listrik.

Tim redaksi menyimpulkan bahwa perusahaan seperti Marathon dan Phillips 66 lebih memilih mengalirkan laba melimpah ke aksi beli kembali saham (buyback) atau dividen ketimbang membakar modal untuk proyek kilang berisiko dekade panjang. Alhasil, ambisi Trump diprediksi hanya menjadi macan kertas di tengah badai krisis energi global.

Topics
donald trump harga bbm kilang minyak amerika serikat exxonmobil krisis energi pasar migas
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News Jawa Barat adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas seputar Jawa Barat dan sekitarnya.