Loading
Kabayan News Jawa Barat Kabayan News Jawa Barat
/home / berita / Wajah Baru Ground Zero New York,...
BERITA

Wajah Baru Ground Zero New York, Transformasi Memori Menjadi Masa Depan

By Bobi Alexsander Hutagalung • 2 min read • 13 September 2026
Kawasan Ground Zero New York dengan kolam peringatan dan pencakar langit modern

Kawasan Ground Zero New York dengan kolam peringatan dan pencakar langit modern

Lebih dari dua dekade pasca-tragedi kelam 11 September 2001, kawasan World Trade Center atau WTC di New York kini tampil dengan wajah baru yang sangat berbeda. Berdasarkan laporan awak media, lahan yang dahulu luluh lantak akibat serangan tersebut telah berhasil disulap menjadi kompleks terpadu. Kawasan ini kini memadukan ruang penghormatan, monumen bersejarah, taman kota yang asri, hingga pusat bisnis modern.

Mengutip laporan dari detikProperti, bekas tapak Menara Utara dan Menara Selatan yang kini dikenal sebagai Ground Zero tidak lagi dibangun kembali dengan gedung serupa. Otoritas setempat memilih mendedikasikan sebagian besar area tersebut sebagai ruang abadi untuk mengenang ribuan korban jiwa. Di lokasi ini, berdiri dua kolam air terjun buatan terbesar di Amerika Serikat dengan luas masing-masing mencapai 4.000 meter persegi.

Berdasarkan analisis tim redaksi, desain kolam hasil karya arsitek Michael Arad dan Peter Walker dirancang dengan sangat detail untuk menciptakan suasana yang khidmat di tengah hiruk-pikuk kota. Gemuruh air yang jatuh ke dalam lubang persegi sedalam sembilan meter sengaja disetel untuk meredam kebisingan Manhattan. Selain itu, tepian kolam dihiasi oleh 76 pelat perunggu yang mengabadikan 2.977 nama korban tahun 2001 serta enam korban pengeboman WTC 1993.

Tidak hanya monumen di permukaan tanah, kawasan ini juga dilengkapi dengan The National September 11 Memorial Museum yang terletak 21 meter di bawah tanah. Museum seluas lebih dari 10.000 meter persegi tersebut menyimpan berbagai artefak sisa reruntuhan Menara Kembar serta ruang khusus bagi jenazah korban yang belum teridentifikasi. Di sisi lain, aspek lingkungan turut diperhatikan melalui penanaman ratusan pohon di taman seluas 24.000 meter persegi, termasuk keberadaan "Survivor Tree" sebagai simbol ketahanan.

Di balik fungsi utamanya sebagai situs peringatan, Ground Zero tetap mempertahankan perannya sebagai pusat ekonomi dan gaya hidup yang dinamis. Sebagaimana dilaporkan, pembangunan gedung baru seperti Two World Trade Center setinggi 55 lantai terus dikebut untuk melengkapi kawasan tersebut. Melalui transformasi ini, New York berhasil merangkul masa lalu sekaligus membuktikan bahwa kehidupan dan roda perekonomian terus bergerak maju.

Topics
ground zero new york world trade center sejarah arsitektur amerika serikat internasional
Jurnalis Hukum & Kriminal

Bobi adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas di Jawa Barat. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal di Jawa Barat.