Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kecaman terbuka kepada raksasa energi ExxonMobil dan Chevron karena dianggap meraup keuntungan yang terlalu besar di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak. Kebijakan vokal ini menandai adanya perbedaan pandangan yang jarang terjadi antara sang kepala negara dan industri migas yang selama ini menjadi sekutunya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, kemarahan tersebut muncul menyusul laporan laba kuartal kedua yang melambung tinggi akibat konflik berkepanjangan di Iran yang membuat harga minyak mentah dunia terus melambung. Menanggapi situasi ini, Trump dengan tegas meminta perusahaan-perusahaan migas tersebut untuk mengembalikan sebagian keuntungan mereka kepada masyarakat luas melalui penurunan harga.
Menurut pengamatan awak media, langkah menekan korporasi secara langsung melalui pernyataan publik merupakan strategi khas yang kerap digunakan oleh sang presiden untuk memengaruhi kebijakan pasar tanpa harus selalu melalui jalur legislatif formal. Pendekatan serupa pernah diterapkan pada periode pertamanya untuk menekan industri otomotif, pertahanan, hingga sektor farmasi agar menurunkan harga jual produk mereka.
Di sisi lain, perwakilan dari American Petroleum Institute, organisasi yang mewakili perusahaan-perusahaan minyak AS, menyatakan bahwa tingginya harga bahan bakar saat ini murni dipicu oleh dinamika pasokan global serta ketidakpastian di jalur pelayaran penting dunia. Meskipun demikian, tekanan politik menjelang pemilihan paruh waktu di bulan November mendatang membuat isu kenaikan biaya hidup menjadi risiko besar yang harus segera diredam oleh pemerintah.
Sebagai penutup, Trump menegaskan bahwa harga bahan bakar eceran di tingkat konsumen harus segera dipangkas demi meringankan beban masyarakat luas di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia optimistis bahwa harga minyak akan merosot tajam begitu konflik geopolitik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah benar-benar mereda.