Loading
Kabayan News Jawa Barat Kabayan News Jawa Barat
/home / berita / Kenapa Saham Tetap Perkasa, Imbal...
BERITA

Kenapa Saham Tetap Perkasa, Imbal Hasil Obligasi Melonjak Tinggi

By Nila Wati • 2 min read • 13 September 2026
Grafik pergerakan pasar saham dan imbal hasil obligasi di Wall Street

Grafik pergerakan pasar saham dan imbal hasil obligasi di Wall Street

Lonjakan imbal hasil obligasi jangka panjang yang terjadi belakangan ini lazimnya menjadi mimpi buruk bagi pasar keuangan global. Kendati demikian, indeks S&P 500 justru mampu bertahan tangguh dan hanya berjarak tipis dari rekor penutupan tertingginya, memicu tanda tanya besar di kalangan investor terkait arah tren pasar selanjutnya.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi, ketahanan bursa saham utama Amerika Serikat tersebut tidak terlepas dari solidnya kinerja fundamental korporasi. Mengutip laporan ClearBridge Investments, lonjakan laba bersih S&P 500 tercatat melesat tajam sebesar 52 persen secara tahunan pada kuartal kedua, yang kemudian menjadi perisai pelindung bagi sentimen investor.

Kepala Strategi Ekonomi dan Pasar ClearBridge Investments, Jeff Schulze, menjelaskan bahwa pasar saat ini memang bergerak seirama dengan dinamika laba perusahaan yang sangat positif. "Pasar mengambil petunjuk dari lingkungan laba yang kuat yang telah kita saksikan, dan momentum positif ini diprediksi akan terus berlanjut," ujarnya sebagaimana dilansir dari laporan keuangan global.

Dari analisis awak media, tren historis juga memberikan angin segar bagi para pelaku pasar menjelang akhir tahun. Catatan menunjukkan bahwa ketika S&P 500 mampu mencetak kenaikan lebih dari 10 persen hingga bulan Agustus, indeks tersebut tercatat sukses melanjutkan tren penguatannya dari bulan September hingga Desember dalam 25 dari 28 kesempatan historis.

Di sisi lain, kenaikan imbal hasil US 10-Year Treasury yang sempat menyentuh level tertinggi sejak 2023 dipicu oleh penguatan suku bunga riil alih-alih lonjakan inflasi yang tak terkendali. Faktor pendukung seperti ekspansi kecerdasan buatan atau AI serta pertumbuhan ekonomi yang solid membuat pasar membaca situasi ini sebagai fase normalisasi pasar utang pasca krisis keuangan global.

Menanggapi kondisi tersebut, Jeff Schulze menambahkan bahwa pasar ekuitas telah merespons sinyal makroekonomi secara tepat dan rasional. "Saya pikir pasar ekuitas membaca situasi ini dengan benar, dan kita sedang melakukan normalisasi pasar pendapatan tetap setelah periode tertekan yang cukup panjang," ungkapnya menutup analisis pasar.

Topics
pasar saham obligasi s&p 500 ekonomi investasi the fed suku bunga
Jurnalis Ekonomi & Sosial

Nila adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu ekonomi, sosial, dan pembangunan di Jawa Barat. Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), ia menyajikan berita ekonomi dan sosial yang mendalam namun mudah dipahami. Liputannya mencakup kebijakan ekonomi daerah, UMKM, dan dinamika sosial masyarakat Jawa Barat.