Rencana pelaksanaan perundingan dagang putaran keempat antara pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat terpaksa mengalami penundaan dari jadwal semula pada pekan depan. Berdasarkan laporan, pertemuan penting tersebut kini dijadwalkan ulang dan berpotensi besar dilangsungkan pada Oktober mendatang menyusul padatnya agenda diplomasi kedua negara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut keterangan resmi dari Wakil Menteri Ekonomi untuk Perdagangan Luar Negeri Meksiko, Luis Rosendo Gutierrez, pergeseran waktu ini terjadi akibat adanya bentrokan jadwal agenda kenegaraan tingkat tinggi. Beberapa agenda tersebut di antaranya meliputi kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat serta persiapan menjelang KTT G20 yang menyita perhatian diplomatik kedua belah pihak.
Kendati perundingan formal terpaksa dihentikan sementara waktu, koordinasi teknis di balik layar dilaporkan tetap berjalan secara intensif setiap harinya. Tim teknis dari Meksiko terus melakukan komunikasi aktif dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat atau USTR demi menjaga momentum kesepakatan bilateral yang sedang dirintis.
Berdasarkan analisis awak media, penundaan ini mencerminkan tingginya kompleksitas isu yang harus diselesaikan oleh kedua negara di tengah dinamika geopolitik global. Agenda negosiasi bilateral ini bertujuan mencari kesepakatan sementara agar Meksiko bisa terbebas dari sejumlah beban tarif impor yang diberlakukan Washington.
Dalam keterangannya kepada para wartawan usai menghadiri konvensi bisnis American Society of Mexico di Mexico City, Gutierrez menegaskan bahwa fokus utama negaranya saat ini adalah melonggarkan pembatasan dagang. "Prioritas kami adalah mengurangi tarif Section 232 pada baja, aluminium, dan mobil," ujarnya sebagaimana dikutip dari laporan.
Selain persoalan tarif logam dan otomotif, ruang lingkup pembahasan dalam meja perundingan juga dilaporkan semakin meluas secara signifikan. Jika sebelumnya hanya mencakup 54 isu utama, kini agenda perundingan telah berkembang hingga menyentuh hampir 90 topik pelik, termasuk regulasi platform digital dan pembatasan investasi asing.