Kepanikan melanda warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, setelah si jago merah mengamuk dan melalap kawasan Pasar Andir Bayongbong pada Rabu malam. Berdasarkan laporan dari pihak kepolisian, peristiwa mengerikan tersebut bermula sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung menghanguskan sejumlah blok penting di pasar tradisional itu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, insiden ini menunjukkan betapa rentannya fasilitas pasar tradisional terhadap ancaman kelistrikan dan keterbatasan respons awal sebelum petugas pemadam tiba di lokasi. Kobaran api yang besar dengan cepat menjalar ke beberapa titik strategis, yakni Blok A, B, C, serta Blok Mawar yang berada di bagian tengah hingga belakang pasar.
Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi, mengungkapkan bahwa pada saat kejadian, petugas bersama warga sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan ember berisi air. Langkah sigap tersebut dilakukan demi mencegah api semakin membesar sekaligus mengimbau warga yang tidak berkepentingan agar segera menjauh dari lokasi guna menghindari jatuhnya korban jiwa.
Upaya penanganan kemudian berlanjut setelah belasan armada bantuan tiba di lokasi kejadian dengan mengerahkan kekuatan gabungan. Mengutip keterangan resmi pihak berwenang, tercatat ada 10 kendaraan pemadam yang diterjunkan, yang terdiri dari empat unit damkar Garut, dua unit damkar TNI AD Kodim, satu unit damkar TNI AD Yonif 303, satu unit damkar TNI AD Den Kebang, satu unit damkar BPBD Garut, serta satu unit damkar PMI Garut.
Setelah berjibaku selama kurang lebih 4,5 jam melawan kepulan asap pekat dan kobaran api, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan seluruh titik api pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.59 WIB. "Alhamdulillah api bisa padam pukul 01.59 WIB," ujar Ipda Susilo Adhi saat dihubungi awak media.
Berdasarkan data sementara dari dinas UPT pasar, insiden kebakaran ini telah menghanguskan sedikitnya 26 kios yang sebagian besar menjual kebutuhan pokok, sayuran, bakso, hingga barang-barang berbahan plastik. Meskipun kerugian materiil hingga kini masih dalam tahap penghitungan oleh instansi terkait, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.