Samsung Electronics baru-baru ini mengumumkan proyeksi lonjakan laba kuartalan yang mencengangkan, didorong oleh tingginya kebutuhan chip memori untuk pusat data kecerdasan buatan atau AI. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini memperkirakan laba operasionalnya meroket hingga sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Perusahaan memperkirakan laba operasional untuk periode tiga bulan yang berakhir pada September lalu akan melesat hingga mencapai rekor tertinggi di angka 107,4 triliun won atau sekitar USD 80 miliar. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pencapaian luar biasa ini menandai kuartal keempat secara berturut-turut bagi Samsung dalam mencatatkan rekor pendapatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Samsung sendiri dikenal sebagai salah satu produsen chip memori terbesar di dunia, bersanding dengan rival lokal SK Hynix serta Micron asal Amerika Serikat. Komponen semikonduktor buatan mereka terbukti sangat krusial dalam mendukung ekosistem perusahaan pengembang AI global seperti halnya Nvidia, yang saat ini tengah mengalami pertumbuhan pesat.
Selain sektor semikonduktor, lini bisnis perangkat seluler seperti ponsel lipat Galaxy Fold dan seri S26 juga memberikan kontribusi positif terhadap performa keuangan perusahaan. Sebagaimana dilaporkan dalam industri teknologi, peluncuran perangkat baru tersebut berhasil mendongkrak antusiasme pasar di tengah ketatnya persaingan global.
Permintaan global yang masif terhadap chip komputer untuk mendukung pengembangan teknologi AI turut mendongkrak nilai kapitalisasi pasar Samsung hingga melampaui USD 1 triliun pada tahun ini. Mengutip laporan dari berbagai sumber ekonomi, investasi besar-besaran dari perusahaan teknologi raksajasa dunia turut memperkuat posisi strategis industri semikonduktor kawasan Asia.