Kawasan permukiman warga di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mendadak mencekam setelah dilanda kebakaran hebat pada Senin pagi. Insiden yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB tersebut menghanguskan sedikitnya tujuh unit rumah warga hingga nyaris rata dengan tanah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan di lapangan, kobaran api dengan cepat merambat karena struktur bangunan rumah mayoritas terbuat dari material kayu yang mudah terbakar. Warga setempat yang panik sempat berhamburan keluar rumah sambil berupaya menyelamatkan sisa barang berharga dan dokumen penting ke area terbuka.
Berdasarkan penelusuran sejarah wilayah, ketujuh bangunan yang ludes terbakar tersebut merupakan rumah bantuan dari pemerintah yang diberikan khusus bagi para penyintas korban bencana tsunami Pangandaran pada tahun 2006 silam. Selain menghancurkan tujuh rumah tanpa sisa, satu bangunan di dekatnya turut terdampak pada bagian atap.
"Kalau rumah yang satunya lagi itu baru terkena sedikit atapnya. Alhamdulillah bisa keburu dipadamkan, tidak sampai melebar," ujar salah satu warga setempat, Kiki Madsuki, saat memberikan keterangan.
Situasi panik sempat meluas di tengah warga karena kesulitan menghubungi petugas pemadam kebakaran akibat ketiadaan nomor darurat yang bisa diakses cepat. Kendati demikian, tim gabungan bersama warga akhirnya berhasil mengendalikan situasi sebelum api meluas ke permukiman lain.
Kepala Bidang Penanganan Kebakaran Satpol PP Pangandaran Ade Suhendra mengonfirmasi bahwa insiden nahas ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, seorang warga sempat mengalami syok berat hingga pingsan dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
"Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Cuma ada satu ibu-ibu pingsan dan sekarang sudah dibawa ke Puskesmas," kata Ade Suhendra menjelaskan situasi pascakebakaran.
Dari analisis tim redaksi, peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya peremajaan infrastruktur kawasan pemukiman rentan serta penyediaan akses informasi darurat yang lebih mudah bagi masyarakat desa. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan asesmen mendalam guna mengungkap penyebab pasti munculnya api.