Suasana tenang di Perumahan BTN Joglo, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, mendadak berubah mencekam setelah amukan si jago merah melalap bangunan warga. Peristiwa nahas ini bermula dari ancaman seorang perempuan muda berinisial H (23) yang diduga nekat membakar kediaman orang tuanya sendiri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, amukan api yang berasal dari satu rumah tersebut dengan cepat merembet dan menghanguskan unit bangunan di sebelahnya. Warga sekitar yang panik sempat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri sambil berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sebelum petugas datang.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi mengungkapkan bahwa terduga pelaku telah diamankan oleh aparat berwajib guna menjalani pemeriksaan intensif. "Terduga pelaku seorang perempuan sudah diamankan dan diminta keterangan," ujar Alexander memberikan penjelasan.
Menurut analisis awak media, aksi nekat tersebut diduga dipicu oleh persoalan internal keluarga setelah H dilaporkan sempat terlibat perselisihan dengan sang ayah beberapa hari sebelum kejadian. Ancaman pembakaran yang sempat dilontarkan pelaku sebelumnya tidak diindahkan oleh warga sekitar karena dikira hanya luapan emosi sesaat.
Salah satu korban pemilik rumah terdampak, Dedi Ladu, mengaku sangat terkejut saat mengetahui ancaman tersebut benar-benar berujung pada bencana kebakaran. "Kami tidak menyangka kalau ancaman dia akan membakar rumah yang ditempatinya bersama orang tuanya benar dilakukan dan akibatnya rumah kami juga terbakar," ungkapnya dengan nada kecewa.
Sebagaimana dilaporkan di lapangan, pihak kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat mengerahkan satu unit mobil tangki serta puluhan personel untuk melokalisir api. Tim Inafis Polres Cianjur juga langsung diterjunkan ke lokasi guna memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik tindakan nekat tersebut serta mengumpulkan sejumlah barang bukti pendukung. Status hukum terduga pelaku akan ditentukan lebih lanjut setelah proses penyelidikan menyeluruh rampung dilakukan.