Warga Jalan Pamitran VI, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, digemparkan oleh peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa seorang ibu rumah tangga berinisial A (53). Korban tewas secara mengenaskan di tangan anak tirinya sendiri yang berinisial DH (32) akibat motif dendam yang telah lama dipendam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan hasil investigasi pihak kepolisian, aksi keji tersebut dilakukan secara terencana oleh pelaku ketika situasi rumah sedang sepi karena sang ayah sedang berada di luar. Pelaku dengan sengaja mempersiapkan alat kejut listrik serta pisau dapur untuk melumpuhkan korban tanpa memberikan kesempatan melawan.
Kapolsek Panyileukan, AKP Anang Suryana, menjelaskan bahwa pelaku awalnya mendatangi korban yang berada di lantai satu setelah sebelumnya bersantai di lantai dua. Tanpa belas kasihan, DH langsung menempelkan alat kejut listrik ke tubuh korban hingga tak berdaya dan tersungkur di lantai.
Melihat korban yang sudah lemas, pelaku melancarkan serangan brutal dengan menghujani tubuh korban menggunakan tusukan pisau dapur secara bertubi-tubi pada bagian vital. Dari analisis awak media, pola penyerangan ini menunjukkan tingkat kemarahan yang luar biasa serta niat tersembunyi untuk menghabisi korban seketika.
Setelah melancarkan aksi kejinya, pelaku menunjukkan sikap dingin dengan langsung duduk di ruangan belakang warung tanpa ada rasa bersalah. Korban yang bersimbah darah akhirnya ditemukan oleh warga sekitar sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Ujungberung oleh suami korban bersama warga, namun nyawanya gagal diselamatkan.
Hasil pendalaman sementara kepolisian mengungkapkan bahwa akar permasalahan dari tragedi berdarah ini adalah dendam terkait masalah rumah serta pembatasan jatah makanan sehari-hari. Kasus pembunuhan berencana ini kini ditangani secara intensif oleh aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas motif dan pertanggungjawaban hukum pelaku.