Sebanyak 260 warga di Kabupaten Bandung akhirnya dapat bernapas lega setelah resmi menerima bantuan becak listrik langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan armada ramah lingkungan tersebut tampak berbaris rapi di halaman Gedung Moh. Toha, Soreang, Kabupaten Bandung.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kendaraan roda tiga modern ini memiliki dominasi warna cokelat dengan identitas khusus pada bagian bodi samping. Terdapat tulisan Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo Subianto yang berdampingan langsung dengan foto resmi sang kepala negara.
Secara spesifikasi, becak listrik ini dirancang mirip dengan kendaraan roda dua konvensional untuk mempermudah pengoperasiannya. Pengemudi hanya perlu memutar kunci di bagian stang, di mana layar LED turut disematkan guna menampilkan informasi kecepatan serta indikator kapasitas baterai.
Tidak hanya itu, fasilitas pendukung seperti port USB untuk mengisi daya gawai, lampu utama, lampu sein, klakson, hingga bel turut melengkapi kendaraan ini. Hebatnya lagi, fungsi mengayuh secara manual tetap dipertahankan meski tenaga utamanya bersumber dari baterai.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian nyata bagi warganya. Menurut analisis awak media, program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam melakukan transformasi moda transportasi tradisional menuju era elektrifikasi yang lebih efisien.
Dalam arahannya, Bupati Dadang menekankan agar para penerima manfaat merawat dan mempergunakan fasilitas tersebut secara bijak. Ia secara tegas melarang keras pengemudi untuk memindahtangankan atau menjual bantuan istimewa dari orang nomor satu di Indonesia itu.
Pemerintah Kabupaten Bandung berencana merumuskan regulasi khusus guna menata operasional becak modern ini di jalanan. Pengaturan titik pangkalan juga disiapkan agar para pengemudi bisa mencari nafkah dengan lebih tertib, aman, dan terarah.
Pada tahap awal penyaluran ini, prioritas utama diberikan kepada para pengemudi dari kalangan lanjut usia yang membutuhkan uluran tangan. Selain unit kendaraan, para penerima juga mendapatkan perlindungan jaminan sosial berupa BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kerja.