Loading
Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat
/home / gaya hidup / Jangan Biarkan Penyintas Kesehatan...
GAYA HIDUP

Jangan Biarkan Penyintas Kesehatan Mental Merasa Sendirian

By Bobi Alexsander Hutagalung • 2 min read • 11 September 2026
Kegiatan edukasi kesehatan mental dan konsultasi psikologis di Kota Bandung

Kegiatan edukasi kesehatan mental dan konsultasi psikologis di Kota Bandung

Ada kalanya seseorang tidak membutuhkan nasihat panjang ketika sedang menghadapi masalah berat. Ia hanya ingin didengar, ditemani, dan diyakinkan bahwa dirinya tidak sendirian di dunia ini.

Namun, menemukan orang yang mau benar-benar mendengarkan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di tengah kesibukan harian, seseorang bisa saja tetap bekerja, bercanda, dan terlihat baik-baik saja, padahal di balik itu ada beban mental yang dipendam.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, dalam periode 31 Juli 2025 hingga 31 Juli 2026, dari 15.979 pengguna yang mengakses Healing119.id, sebanyak 3.036 orang tercatat memiliki keinginan mengakhiri hidup.

Melihat kondisi tersebut, pencegahan tentu tidak cukup dilakukan ketika seseorang sudah berada dalam situasi krisis. Kepedulian dari orang terdekat dan keberanian mencari pertolongan menjadi kunci utama.

Semangat itulah yang mendorong komunitas Edan Sepur Indonesia bersama Volunteer in Psychology menggelar kegiatan bertajuk Edan Jiwa dan Boleh Cerita untuk mengedukasi masyarakat.

"Dan ternyata tanggal 10 September kemarin itu bertepatan dengan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. Jadi bagi kami akhirnya, isu tentang kesehatan mental itu tidak bisa kita sepelekan," kata Koordinator Daerah 2 Edan Sepur Indonesia Abdullah Putra Gandhara.

Aktivitas yang dipusatkan di Taman Segitiga Merah Viaduct Kota Bandung ini menjadi ruang konsultasi psikologis gratis sekaligus upaya mengaktifkan kembali ruang publik yang aman bagi warga.

Menurut analisis tim redaksi, langkah kolaboratif seperti ini sangat efektif untuk memetakan titik rawan sekaligus memberikan edukasi penanganan awal kepada masyarakat umum.

Bagi Edan Sepur, persoalan ini bukan sekadar teori di atas kertas karena mereka kerap berhadapan langsung dengan warga yang tertekan di perlintasan rel kereta api maupun jembatan layang.

"Kalau dari sisi kami yang di lapangan, kebanyakan dia sebenarnya ingin ditolong, tapi mentok, solusinya enggak ada. Kemudian merasa di dunia ini cuma saya sendiri," ungkap Agha.

Sepanjang 2026, tercatat ada 9 kejadian yang ditangani melalui laporan call center dengan beberapa di antaranya berujung pada korban meninggal dunia.

Oleh karena itu, Edan Sepur telah memetakan sejumlah titik rawan seperti Flyover Pasupati, Flyover Antapani, hingga jalur rel kereta api guna meningkatkan kewaspadaan warga sekitar.

Ketika menemukan seseorang dengan indikasi kecemasan tinggi, Agha menyarankan agar kita membuat mereka merasa nyaman terlebih dahulu sebelum mendengarkan keluh kesahnya.

"Biasanya sih ya kalau orang-orang kayak gitu sih diajak makan dulu aja, kasih makanan atau minuman yang buat dia nyaman senyaman mungkin," tambahnya.

Posisikan diri sebagai pendengar yang berempati tanpa harus langsung menghakimi atau menceramahi dengan solusi yang belum tentu mereka inginkan.

"Kalau misalkan bisa memberikan solusi, berikan solusi. Tapi kalau dia merasa kayaknya saya enggak butuh solusi, saya cuma butuh didengarkan, itu juga enggak jadi masalah," jelasnya.

Bagi siapa saja yang tengah menghadapi masalah berat, jangan ragu untuk bercerita kepada orang terdekat, puskesmas, layanan darurat, maupun komunitas peduli sesama.

"Intinya, jangan sampai penyintas yang punya masalah kesehatan mental itu merasa dia sendirian," pungkas Agha menutup perbincangan.

Topics
kesehatan mental edan sepur indonesia kota bandung pencegahan bunuh diri psikologi kemenkes sosial
Jurnalis Hukum & Kriminal

Bobi adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas di Jawa Barat. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal di Jawa Barat.