Miliarder investor Mark Cuban melontarkan kritik tajam terhadap platform media sosial Facebook yang dinilai sengaja membiarkan iklan penipuan berbasis kecerdasan buatan atau AI deepfake beredar luas. Cuban mengaku sering menerima keluhan dari masyarakat yang tertipu oleh iklan palsu menggunakan wajah dan suaranya untuk menjual produk fiktif seperti obat diabetes.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam sebuah siniar populer yang dipandunya, Cuban menyebut praktik tersebut sebagai cerminan budaya perusahaan yang buruk karena membiarkan pengguna rentan, terutama lansia, menjadi korban penipuan digital. Menurutnya, Meta terkesan tidak acuh selama iklan-iklan penyesatan tersebut tetap mendatangkan keuntungan bagi perusahaan teknologi raksasa itu.
Berdasarkan laporan investigasi media internasional yang merujuk pada dokumen internal Meta, terungkap bahwa perusahaan tersebut memproyeksikan pendapatan masif dari iklan yang memuat produk terlarang dan penipuan. Dokumen itu menunjukkan bahwa miliaran tayangan iklan berisiko tinggi lolos setiap harinya melalui sistem moderasi otomatis milik platform tersebut.
Menanggapi kontroversi ini, juru bicara Meta menyatakan bahwa dokumen tersebut memberikan pandangan yang selektif dan mendistorsi komitmen perusahaan dalam menangani penipuan. Pihaknya mengklaim telah menghapus jutaan iklan penipuan dan terus berupaya menurunkan jumlah laporan negatif dari para pengguna dalam kurun waktu terakhir.
Kendati demikian, para ahli keamanan siber dan lembaga penegak hukum mencatat lonjakan kerugian finansial yang dialami kelompok lanjut usia akibat kejahatan siber berbasis teknologi mutakhir. Pengamat menilai transparansi dan ketegasan regulasi menjadi kunci utama untuk menekan laju kejahatan digital yang kian meresahkan publik global.