Kabar mengejutkan datang dari skuad Maung Bandung setelah salah satu pemain senior andalan mereka, Febri Hariyadi, secara misterius tidak lagi tercantum dalam daftar resmi skuad di laman ILeague. Hilangnya nama sang winger langsung menyulut berbagai spekulasi tajam di kalangan suporter setia terkait masa depannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pantauan awak media, nama pemain yang sudah satu dekade mengabdi untuk Persib Bandung tersebut lenyap dari sistem, sementara beberapa pemain lain yang sedang disekolahkan ke klub berbeda masih terpampang nyata. Situasi ini langsung menguatkan rumor bahwa manajemen klub tengah mempertimbangkan opsi peminjaman agar sang pemain mendapat menit bermain.
Berdasarkan analisis tim redaksi, langkah tersebut dinilai cukup masuk akal mengingat ketatnya persaingan internal di lini serang Maung Bandung serta kondisi fisik pemain yang masih dalam tahap pemulihan total. Persib tentu memerlukan jaminan kebugaran optimal bagi setiap penggawa yang diturunkan dalam kompetisi tingkat tinggi.
Di tengah kencangnya isu transfer ini, pemain yang akrab disapa Bow tersebut sempat mencurahkan isi hatinya melalui akun media sosial pribadinya mengenai beratnya perjuangan keluar dari cedera panjang. Ia mengaku harus melewati fase-fase penuh keraguan dan kerja keras demi bisa kembali merumput dengan kondisi prima.
"Ada proses panjang yang harus saya jalani. Tidak semua hari terasa mudah. Ada rasa sakit, lelah, kecewa, dan ada saat-saat ketika saya harus berjuang melawan keraguan besar dalam diri sendiri," tulis Febri dalam unggahan yang sempat menyedot perhatian publik sepak bola nasional.
Meski opsi peminjaman atau loan mulai ramai diperbincangkan, wacana tersebut tampaknya harus tertunda untuk sementara waktu. Mengingat jendela transfer awal musim kompetisi 2026/2027 telah resmi ditutup, segala kemungkinan perpindahan pemain baru bisa direalisasikan pada bursa transfer paruh musim mendatang.