Pasar properti di Amerika Serikat kembali menunjukkan dinamika yang menarik perhatian para pengamat ekonomi. Berdasarkan laporan terbaru, pertumbuhan harga rumah secara nasional mengalami akselerasi pada bulan Juli yang didorong oleh apresiasi kuat di berbagai kota besar kawasan Pantai Timur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan indeks S&P CoreLogic Case-Shiller 20-City Composite Home Price Index, harga rumah di 20 wilayah metropolitan terbesar di AS mencatat kenaikan sebesar 2,47 persen secara tahunan pada Juli. Angka ini mengalami peningkatan dari posisi bulan sebelumnya yang berada di level 2,1 persen.
Kendati demikian, pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa fenomena ini memiliki sisi lain yang patut diwaspadai. Juli tercatat sebagai bulan ke-14 berturut-turut di mana kenaikan harga rumah masih berada di bawah tingkat inflasi umum yang melaju hingga 3,4 persen pada periode yang sama.
"Sedikit penurunan inflasi dan apresiasi harga rumah nominal yang lebih kuat membantu mempersempit kesenjangan tersebut," ujar Rebecca Kaufman selaku associate director of commodities di S&P Dow Jones Indices.
Dalam perincian wilayah, Chicago mempertahankan posisi puncak sebagai kota dengan lonjakan harga tertinggi selama lima bulan berturut-turut dengan kenaikan mencapai 6,9 persen secara tahunan. Kota-kota besar lainnya seperti New York dan Cleveland turut mengekor di belakang masing-masing dengan pertumbuhan 5,8 persen dan 4,2 persen.
Di sisi lain, tren pelemahan justru melanda beberapa wilayah seperti Seattle yang mengalami penurunan paling tajam sebesar 1,6 persen. Penurunan harga properti juga tercatat terjadi di kota-kota besar lain seperti Las Vegas dan Denver, yang mencerminkan ketimpangan performa pasar antarwilayah.