Rencana langkah besar pembuat ChatGPT untuk melantai di bursa saham tampaknya harus tertunda lebih lama dari perkiraan semula. Berdasarkan laporan yang dikutip dari wawancara dengan Fortune Magazine, CEO OpenAI Sam Altman menegaskan bahwa aksi penawaran umum perdana atau IPO tidak akan terjadi pada tahun ini karena prioritas perusahaan masih terpusat pada aspek keselamatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam keterangannya, Altman menilai bahwa keputusan untuk membawa perusahaan go public pada saat ini merupakan langkah yang kurang tepat waktu. Berdasarkan analisis dari pengamatan awak media, langkah penundaan ini mencerminkan tingginya kehati-hatian manajemen dalam menghadapi risiko masif di sektor kecerdasan buatan yang berkembang sangat pesat.
Sebelumnya, perusahaan riset dan pengembang kecerdasan buatan tersebut sempat dikabarkan telah mengajukan dokumen pendaftaran IPO secara rahasia pada bulan Juni lalu. Namun, pihak manajemen selalu menegaskan bahwa kepastian waktu pencatatan saham perdana masih terbuka dan belum ditentukan secara final.
Pengamat industri teknologi menilai bahwa fokus OpenAI pada keamanan sistem bukan tanpa alasan, mengingat tekanan regulasi global terhadap industri AI semakin menguat. Dengan menunda target ke tahun 2027, OpenAI memiliki ruang gerak lebih luas untuk mematangkan infrastruktur pengamanan sebelum benar-benar bertransisi menjadi perusahaan publik.