Kabar mengejutkan sempat menghebohkan pengguna media sosial terkait keberadaan Bayu Zulkarnaen, seorang Aparatur Sipil Negara yang bertugas di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor. Melalui sebuah siaran langsung di platform TikTok, beredar klaim yang menyebutkan bahwa pegawai negeri tersebut telah ditemukan dalam keadaan selamat di wilayah Sukabumi bersama seorang wanita yang disebut sebagai istri muda.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media terhadap isu yang berkembang di ruang digital, narasi hoaks dengan cepat menyebar dan menarik perhatian publik tanpa adanya validasi dari pihak berwenang. Isu tersebut juga mengeklaim bahwa yang bersangkutan tidak mengalami insiden tercebur ke aliran air sebagaimana dugaan awal saat ia dilaporkan hilang sejak pertengahan Agustus lalu di kawasan Bogor.
Menanggapi simpang siur informasi tersebut, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat untuk melakukan penelusuran mendalam guna meredam keresahan masyarakat. Wakapolresta Bogor Kota AKBP Arie Trestiawan secara tegas menyatakan bahwa hingga saat ini pegawai negeri sipil tersebut belum pernah ditemukan di lokasi manapun.
"Belum ditemukan, masih dalam penyelidikan," ujar Arie Trestiawan saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.
Pernyataan serupa juga diperkuat oleh Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Imam yang menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Polres Sukabumi serta jajaran polsek setempat. Berdasarkan hasil pengecekan silang di lapangan, tidak ada satupun laporan resmi maupun catatan kepolisian yang mengamankan individu dengan identitas tersebut.
"Belum ada ditemukan atau mengamankan yang atas nama ASN Bayu tersebut. Jadi kalau untuk berita Bayu ditemukan itu hoax," ungkap Imam menegaskan posisi institusi kepolisian.
Berdasarkan catatan tim redaksi, misteri hilangnya Bayu bermula ketika ia dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di kawasan Pamoyanan, Bogor Selatan, pada pertengahan Agustus 2026. Kendaraan roda dua, helm, serta tas miliknya ditemukan tergeletak di dekat Jembatan Cipaku, yang memicu dugaan kuat bahwa ia tercebur ke Sungai Cisadane.
Tim SAR gabungan sebelumnya bahkan telah mengerahkan upaya maksimal dengan menyusuri aliran Sungai Cisadane selama sepekan penuh. Kendati pencarian intensif telah dilakukan, keberadaan korban hingga kini masih menjadi teka-teki besar sementara aparat penegak hukum terus melanjutkan proses penyelidikan.