Menjelang datangnya musim hujan, ancaman pendangkalan sungai kembali menjadi sorotan serius di Kabupaten Sumedang. Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila langsung menginstruksikan langkah-langkah mitigasi cepat guna mengantisipasi potensi bencana banjir akibat sedimentasi di sejumlah aliran air utama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, pendangkalan kembali terpantau di kawasan Sungai Cimande dan Cikeruh, termasuk wilayah perbatasan Sindangpakuon hingga Pasirnanjung. Menanggapi kondisi tersebut, pengamatan awak media menilai langkah proaktif ini sangat krusial mengingat titik-titik tersebut sempat dikeruk sebelumnya namun kembali mengalami penumpukan material sedimen.
"Kalau untuk normalisasi, dari awal menjabat itu komitmen kami, dan di Cimanggung tidak ada banjir lagi," ujar Fajar saat ditemui di SMAN 1 Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Selasa (29/9/2026).
Sebelumnya, desakan penanganan juga datang dari legislatif daerah melalui Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumedang Asep Kurnia yang meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera turun tangan memeriksa kembali kondisi sediment trap serta alur sungai.
Pemerintah Daerah Sumedang menegaskan tidak ingin kecolongan saat debit air meningkat drastis ketika musim hujan tiba. Selain fokus pada sedimentasi sungai, Fajar juga mengimbau aparat desa bersama warga agar aktif menjaga kebersihan saluran drainase serta mewaspadai tumpukan sampah liar.
"Kami memang khawatir musim hujan, air meningkat dan sampah berserakan ke mana-mana," ungkap Fajar.
Sebagai bentuk respons cepat, Fajar membuka jalur komunikasi langsung dengan para kepala desa atau kuwu agar segera melaporkan hambatan aliran air di wilayah masing-masing demi pengerahan Pasukan Kuning Dinas Lingkungan Hidup secara sigap.
"Tolong Pak Kuwu nanti kabari ke saya, biar nanti Pasukan Kuning DLH langsung turun," pungkasnya.