Bandung sejak lama dikenal memiliki julukan khusus sebagai Kota Musik karena menyimpan sejarah panjang dalam perkembangan industri musik tanah air, khususnya dari jalur independen dan underground.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berbagai genre tumbuh subur di kota kembang ini mulai dari rock, punk, metal, pop, alternatif, hingga indie yang melahirkan banyak band berbakat ke panggung nasional maupun internasional.
Perkembangan musik independen di Bandung mulai terlihat masif sejak era 1990-an ketika para musisi memilih jalur mandiri atau semangat Do It Yourself dalam memproduksi dan memasarkan karya.
Berdasarkan Naskah Akademik Kota Bandung, PAS Band menjadi salah satu tonggak awal pergerakan indie setelah sukses merilis mini album secara mandiri pada tahun 1993.
Ekosistem musik di kota ini semakin hidup berkat dukungan berbagai elemen mulai dari radio, studio rekaman, toko kaset legendaris, distro, hingga komunitas kreatif yang solid.
Kawasan Ujungberung di bagian timur kota memegang peranan penting sebagai pusat perkembangan musik metal dan underground sejak akhir dekade 1980-an.
Komunitas Ujungberung Rebels berhasil membangun ekosistem mandiri dengan menerbitkan zine hingga menggagas perhelatan musik metal akbar Bandung Berisik pada tahun 1995.
Dari rahim Ujungberung lahir band-band cadas ternama seperti Jasad, Forgotten, hingga Burgerkill yang sukses menembus kancah internasional.
Selain Ujungberung, GOR Saparua di Jalan Saparua menjadi saksi bisu sejarah panjang pertunjukan musik rock, punk, dan metal sejak era 1970-an hingga 1990-an.
Tempat-tempat legendaris seperti kawasan Taman Radio di Dipati Ukur dan toko kaset Aquarius Dago turut menjadi titik kumpul penting bagi para pencinta musik masa itu.
Kota kembang ini juga melahirkan deretan musisi populer papan atas yang sukses mencuri perhatian penikmat musik nasional seperti Gigi, Cokelat, Mocca, hingga Peterpan.
Regenerasi musisi di Bandung terus berjalan dinamis hingga saat ini, membuktikan bahwa kota ini tidak pernah kehabisan talenta kreatif lintas generasi.