Pemerintah Kabupaten Cirebon mengambil langkah strategis dalam menekan angka pengangguran di wilayahnya dengan membuka akses pekerjaan skala global melalui program pengiriman tenaga kerja ke Jepang. Program ini tidak hanya sekadar memberangkatkan calon pekerja migran, melainkan juga memberikan subsidi pelatihan penuh dari anggaran daerah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bupati Cirebon, Imron, menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki bonus demografi dengan dominasi penduduk usia produktif. Berdasarkan data terbaru, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Cirebon berhasil ditekan turun menjadi 6,42 persen, yang menunjukkan tren positif dari berbagai inisiatif perluasan kesempatan kerja pemerintah.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendrayanto, mengungkapkan bahwa program tersebut disambut antusias tinggi dengan ribuan pendaftar dari berbagai daerah. Meski demikian, pihak pemkab tetap memberlakukan seleksi ketat serta memprioritaskan warga asli daerah yang dibiayai menggunakan APBD.
Dari analisis tim redaksi, fokus penempatan kerja pada sektor manufaktur alih-alih pertanian mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam melindungi hak serta kepastian upah tenaga kerja. Seluruh peserta juga mendapatkan jaminan pendampingan penuh mulai dari pelatihan bahasa, budaya, hingga keberlanjutan karier di Negeri Sakura.