Loading
Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat
/home / berita / Revisi UU Keuangan Negara, Momentum...
BERITA

Revisi UU Keuangan Negara, Momentum Akhiri Ambiguitas Hukum

By Nila Wati • 2 min read • 23 September 2026
Gedung DPR RI tempat pembahasan revisi UU Keuangan Negara berlangsung

Gedung DPR RI tempat pembahasan revisi UU Keuangan Negara berlangsung

Wacana revisi Undang-Undang Keuangan Negara dinilai mendesak untuk dijadikan momentum dalam memperjelas konsepsi kerugian negara serta kerugian keuangan negara. Kejelasan definisi tersebut dinilai sangat krusial agar tidak lagi memicu ambiguitas maupun multitafsir dalam penegakan hukum di Indonesia.

Praktisi hukum Handrias Haryotomo menyampaikan bahwa Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara sejauh ini telah meletakkan fondasi dasar pengelolaan keuangan negara yang cukup baik. Menurut pengamatan awak media, proses revisi ke depan tidak perlu merombak seluruh aturan yang sudah ada, melainkan cukup melakukan penyempurnaan pada norma-norma yang masih memiliki kelemahan.

"Perbaikan terhadapnya tidak perlu sampai membongkar habis konsepsi yang sudah ada, namun masih perlu upaya penyempurnaannya," ujar Handrias Haryotomo melalui keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, persoalan utama yang kerap menjadi sorotan adalah penggunaan istilah kerugian negara dan kerugian keuangan negara yang sering kali disamakan dalam regulasi, padahal tidak memiliki definisi yang tegas dalam satu undang-undang yang sama. Berdasarkan analisis tim redaksi, celah definisi ini sering kali membingungkan penegak hukum ketika menangani kasus pada entitas seperti BUMN maupun BUMD.

Melalui penyempurnaan aturan dalam revisi mendatang, pemahaman mengenai struktur keuangan negara diharapkan bisa menjadi jauh lebih transparan dan akurat. Langkah ini diyakini mampu meminimalisasi potensi konflik interpretasi hukum di kemudian hari.

Topics
revisi uu keuangan negara kerugian negara hukum ekonomi pemerintahan bpk ri
Jurnalis Ekonomi & Sosial

Nila adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu ekonomi, sosial, dan pembangunan di Jawa Barat. Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), ia menyajikan berita ekonomi dan sosial yang mendalam namun mudah dipahami. Liputannya mencakup kebijakan ekonomi daerah, UMKM, dan dinamika sosial masyarakat Jawa Barat.