Indeks sentimen konsumen di Amerika Serikat kembali mengalami penurunan tajam dalam dua bulan berturut-turut seiring meningkatnya tekanan finansial yang dirasakan oleh rumah tangga. Berdasarkan survei terbaru yang dirilis oleh University of Michigan, angka indeks kepercayaan publik melorot ke level 47.8 pada bulan ini, jauh lebih rendah dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya yang berada di posisi 51.7.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, penurunan performa ekonomi makro ini menunjukkan bahwa konsumen semakin tertekan oleh biaya hidup yang kian membengkak. Angka tersebut juga berada di bawah proyeksi para ekonom pasar yang sebelumnya memperkirakan indeks dapat bertahan di kisaran 51. Situasi ini merefleksikan pesimisme yang semakin meluas di kalangan masyarakat terhadap prospek keuangan pribadi maupun kondisi bisnis secara keseluruhan.
Direktur Survei Konsumen Joanne Hsu menyatakan bahwa lonjakan harga bahan bakar serta ketegangan perdagangan global menjadi faktor utama yang menggerus optimisme publik. "Dengan adanya lonjakan kembali harga bahan bakar dan ketegangan perdagangan, konsumen mengantisipasi tekanan yang lebih besar pada dompet mereka," ujar Hsu dalam laporan resminya.
Berdasarkan laporan indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI), tekanan inflasi di AS tercatat masih cukup tinggi akibat pembengkakan biaya energi global. Konflik geopolitik yang melibatkan Iran turut memicu lonjakan harga energi secara drastis, membuat harga rata-rata bahan bakar di SPBU melonjak hingga menembus angka USD 4,28 per galon menurut data dari GasBuddy.
Ekspektasi inflasi masyarakat untuk jangka waktu 12 bulan ke depan ikut terkerek naik secara signifikan dari 4% menjadi 4.6%, yang merupakan level tertinggi sejak bulan Juni lalu. Sementara itu, ekspektasi inflasi jangka panjang turut merangkak naik ke posisi 3.4%, mencerminkan kekhawatiran mendalam bahwa tekanan harga tinggi akan berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama.
Kendati tingkat kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi mengalami pelemahan yang cukup signifikan, pengamatan tim redaksi mencatat bahwa pola belanja masyarakat Amerika Serikat sejauh ini masih terpantau stabil. Sejumlah data menunjukkan bahwa konsumen tetap berniatan untuk mempertahankan tingkat pengeluaran mereka seperti tahun-tahun sebelumnya menjelang musim liburan mendatang.