Ketua Umum PSSI Erick Thohir akhirnya angkat bicara menanggapi dinamika suporter yang meneriakkan nama mantan pelatih Shin Tae-yong dari tribun stadion usai skuad Garuda ditahan imbang Malaysia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Laga lanjutan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta beberapa waktu lalu tersebut harus berakhir tanpa gol setelah kedua tim gagal memaksimalkan peluang.
Hasil imbang tanpa gol ini memicu kekecewaan sebagian pendukung setia yang hadir langsung, hingga membuat sebagian suporter melontarkan yel-yel memanggil nama arsitek asal Korea Selatan tersebut di tengah jalannya laga.
Menanggapi tekanan publik terhadap pelatih saat ini yaitu John Herdman, Erick Thohir menilai bahwa kritik pedas merupakan hal yang lumrah dalam ekosistem sepak bola modern dan juga dirasakan oleh negara tetangga.
"Saya rasa ya kembali. Kalau kita lihat pelatih Thailand, pelatih Malaysia, pelatih Vietnam pasti juga penuh kritik," ungkap Erick Thohir saat ditemui awak media di kawasan Kabupaten Bandung.
Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai menteri tersebut menganggap ketatnya tekanan suporter sebagai risiko profesional yang harus diemban oleh setiap pemimpin maupun juru taktik tim nasional.
"Memang sepak bola seperti itu, cukup kejam. Tapi itulah konsekuensi memegang hal dan pimpinan seperti itu," tambahnya dengan nada tegas.
Kendati menuai sorotan negatif akibat hasil minor, analisis dari pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa perjuangan skuad Merah Putih tetap layak mendapat apresiasi tinggi setelah harus berjuang keras dengan 10 pemain.
Situasi sulit tersebut terjadi menyusul insiden kartu merah yang diterima oleh gelandang andalan Thom Haye menjelang akhir paruh pertama pertandingan.
"Tapi kalau saya lihat dalam konteks yang saya lihat kemarin, dengan pemain kurang satu, pemain-pemain kita harus kita apresiasi. Mereka terbang jauh, bertanding jauh, dan memberikan kekuatan semaksimal mungkin," pungkas Erick.
Selepas laga sarat emosi kontra rival serumpun tersebut, jajaran pelatih dan pemain langsung mengalihkan fokus penuh untuk menghadapi laga pamungkas penyisihan grup melawan Bangladesh di Jakarta.