Nilai tukar yen Jepang mendadak mencatatkan lonjakan harian paling signifikan dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Penguatan ini terjadi menyusul pernyataan tegas dari Menteri Keuangan Satsuki Katayama yang kembali mengingatkan para pelaku pasar akan potensi intervensi otoritas moneter.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, mata uang Paman Sam sempat mengalami tekanan hingga membuat yen menguat menembus level 157,95 per dolar. Kebijakan komunikasi atau jawboning yang dilancarkan oleh Katayama berhasil meredakan kekhawatiran pasar setelah sebelumnya dolar AS terus mendominasi pergerakan.
Menurut pengamatan awak media, sentimen positif bagi yen ini juga didukung oleh hasil pertemuan tingkat tinggi antara Perdana Menteri Sanae Takaichi dan Presiden Donald Trump di New York. Dalam pertemuan tersebut, isu pelemahan yen turut menjadi sorotan dan memunculkan sinyal koordinasi erat antara Tokyo dan Washington.
Analis pasar dari Oversea-Chinese Banking Corp., Moh Siong Sim, menilai bahwa ancaman intervensi kali ini memberikan batas atas yang jelas bagi pelemahan lanjutan mata uang Negeri Sakura tersebut. "Intervention risk should put a ceiling on further JPY weakness," ujarnya menyoroti potensi titik balik pergerakan yen.
Kendati demikian, tantangan makroekonomi domestik dan global masih membayangi langkah Bank of Japan ke depan. Ketidakpastian mengenai arah suku bunga Amerika Serikat serta sikap bank sentral Jepang dalam memperketat kebijakan moneter tetap menjadi faktor penentu stabilitas yen dalam jangka panjang.