Kawasan perbukitan Gunung Margatapa yang terletak di Kelurahan Cicurug, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendadak mencekam setelah dilalap si jago merah. Berdasarkan laporan yang dihimpun, kobaran api terpantau mulai meluas sejak Jumat malam dan hingga Sabtu pagi masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut analisis dari awak media, peristiwa ini memicu kekhawatiran tersendiri di kalangan warga sekitar karena lokasi titik api berada di area perbukitan yang cukup luas. Kendati posisi api terpantau jauh dari pemukiman warga setempat, intensitas angin yang bertiup kencang membuat kobaran api bergerak cepat merambat ke bagian bukit yang lebih tinggi.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka langsung bergerak cepat dengan mengerahkan sejumlah tim gabungan ke lapangan. Sebagaimana dilaporkan, upaya pemadaman ini melibatkan unsur lintas instansi mulai dari Satpol PP, Pemadam Kebakaran, jajaran TNI, Polri, hingga partisipasi aktif masyarakat setempat.
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kabupaten Majalengka, Rezza Permana, menjelaskan bahwa petugas telah berjibaku di lokasi selama berjam-jam demi menjinakkan api. "Hingga pukul 06.00 WIB, tim masih berada di lapangan dalam rangka penanganan dan pemadaman kebakaran," ujar Rezza dalam keterangannya pada Sabtu pagi.
Kendati demikian, proses pemadaman tidak berjalan dengan mudah akibat berbagai hambatan alam yang ekstrem di lapangan. Rezza menambahkan bahwa kondisi angin yang bertiup kencang dipadu dengan struktur medan perbukitan yang sangat terjal menjadi tantangan tersendiri bagi para personel yang bertugas.
"Sampai dengan saat ini, api masih menyala dikarenakan kondisi angin dan medan yang cukup terjal dalam proses pemadaman," ungkap Rezza. Situasi tersebut membuat proses penanganan berlangsung jauh lebih lama dari perkiraan awal, bahkan titik api masih tampak cukup besar hingga pagi hari.
Di sisi lain, Camat Majalengka, Aay Kandar Nurdiansyah, turut memberikan pandangannya terkait sulitnya medan menuju titik kebakaran. Tantangan geografis terutama terkonsentrasi di bagian puncak bukit yang dipenuhi tebing-tebing curam, ditambah dengan kendala keterbatasan pasokan air bersih di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, insiden kebakaran lahan di musim kemarau seperti ini kerap kali menjadi ujian berat bagi kesiapsiagaan tim darurat daerah. Faktor topografi yang curam menuntut kehati-hatian ekstra agar keselamatan para petugas di garis depan tetap menjadi prioritas utama.
Hingga laporan ini diturunkan, tim gabungan penanggulangan bencana masih bertahan di lokasi untuk melakukan pemantauan dan penyekatan titik api agar tidak semakin meluas. Berdasarkan data sementara yang dihimpun, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran yang melanda Gunung Margatapa ini.