Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan optimisme tinggi terkait kebangkitan ekonomi di wilayahnya seiring dengan beroperasinya kembali Bandara Husein Sastranegara. Menurut pengamatan tim redaksi, langkah strategis ini menjadi angin segar bagi sektor perdagangan, pariwisata, dan industri kreatif yang selama ini menjadi roda penggerak utama Kota Kembang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kendati demikian, Farhan mengingatkan bahwa pencapaian target pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen tidak bisa hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur bandara semata. Berdasarkan analisis awak media, faktor daya beli masyarakat dan lonjakan harga tiket pesawat yang melonjak hingga dua kali lipat sejak tahun 2023 menjadi tantangan tersendiri yang harus dikalkulasikan secara matang.
"Mudah-mudahan. Tapi kan sangat tergantung kepada, satu, kemampuan dari masyarakat untuk mau membeli tiketnya karena harga tiket kita dibanding 2023 sudah naik dua kali lipat," ujar Farhan saat ditemui di Kantor DPRD Kota Bandung.
Selain persoalan harga tiket, pemerintah daerah juga harus mencermati elastisitas pasar serta tingkat mobilitas masyarakat yang keluar masuk Kota Bandung. Proyeksi arus penumpang hingga akhir tahun ini akan menjadi tolok ukur penting untuk melihat seberapa besar dampak positif dari konektivitas udara tersebut terhadap perputaran uang di daerah.
"Yang kedua kita harus menghitung juga bagaimana tingkat atau minat masyarakat untuk datang atau keluar dari Kota Bandung. Jadi mobilitasnya juga mesti dihitung," tambahnya menjelaskan pentingnya pemetaan data secara komprehensif.
Sebagai langkah antisipasi, Farhan menegaskan bahwa pembukaan bandara harus diiringi dengan penciptaan daya tarik khusus agar wisatawan memiliki alasan kuat mengunjungi Bandung. Salah satu sektor unggulan yang terus digenjot adalah penguatan posisi Bandung sebagai pusat pendidikan tinggi berskala nasional.
"Alasan orang mau terbang ke Bandung, yang paling penting adalah Bandung pusat pendidikan di Jawa Barat. Ketika menjadi pusat pendidikan tidak hanya di Jawa Barat tapi di seluruh Indonesia," ungkapnya optimistis.
Melalui sinergi antara mobilitas transportasi, sektor pariwisata, dan dunia pendidikan, gelombang kunjungan masyarakat ke Kota Bandung diyakini akan semakin masif. Pemerintah daerah berharap momentum ini mampu menciptakan efek domino ekonomi yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat.