Loading
Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat Bandar Bola Kabayan News Jawa Barat
/home / gaya hidup / Keseruan Nostalgia Kang Asmul di...
GAYA HIDUP

Keseruan Nostalgia Kang Asmul di Bandung, Cerita Masa Muda Hingga Batagor

By Bobi Alexsander Hutagalung • 3 min read • 25 September 2026
Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi saat hadir di Sekilas Jabar

Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi saat hadir di Sekilas Jabar

Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi merasakan keseruan tersendiri saat mengikuti siaran langsung program Sekilas Jabar. Politikus yang akrab disapa Kang Asmul tersebut memanfaatkan momen interaktif ini untuk mengenang kembali perjalanan masa mudanya di Kota kembang.

Dipandu oleh dua redaktur detikJabar, M Solehudin dan Tya Eka Yulianti, perbincangan berlangsung cair. Berbagai topik hangat dibahas, mulai dari harapan di momentum Hari Jadi Kota Bandung ke-216 hingga cerita nostalgia kuliner batagor yang menjadi makanan favoritnya sejak dulu.

Berdasarkan pengamatan awak media, kehadiran figur publik dalam format siaran langsung interaktif seperti ini terbukti efektif mendekatkan diri dengan masyarakat. Kang Asmul sendiri menilai terobosan digital yang dihadirkan sangat luar biasa dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Luar biasa ya. Jadi memang dengan live TikTok ini kita bisa menyampaikan secara langsung ke teman-teman apa tentang kondisi, situasi, kemudian respon dari masyarakat," ujar Kang Asmul mengekspresikan apresiasinya terhadap program tersebut.

Ia menambahkan bahwa interaksi langsung semacam ini memberikan ruang komunikasi yang transparan. Menurutnya, inovasi program kekinian dari media massa turut membantu pemerintah dalam mendengarkan aspirasi warga secara cepat dan tepat sasaran.

"Itu kan bisa interaktif ya. Jadi apa yang dilakukan oleh detikJabar ini adalah satu terobosan yang memang menyesuaikan adaptif dengan kondisi hari ini. Jadi sukses buat detikJabar yang sudah melakukan program-program yang kekinian, dan saya yakin detikJabar akan terus makin hebat di masa yang akan datang," ungkapnya menambahkan.

Seiring perayaan Hari Jadi Kota Bandung ke-216, Kang Asmul turut menyampaikan pesan mendalam agar masyarakat dan pemerintah berkolaborasi membangun kota. Ia menekankan pentingnya pelayanan publik yang responsif tanpa harus menunggu suatu permasalahan menjadi viral terlebih dahulu.

"Bahwa momentum ini dijadikan buat kita bukan sekedar seremoni, tapi justru dijadikan momentum untuk semakin responsif di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saya tadi saya sampaikan kita tidak harus menunggu viral dulu kejadian-kejadian, tapi harus langsung respon," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen warga untuk menumbuhkan rasa cinta pada lingkungan sekitar melalui tindakan nyata sehari-hari. Mulai dari pengelolaan sampah pribadi, ketertiban dalam mengantre di jalan raya, hingga sinergi lintas sektor.

"Kemudian yang kedua, ini adalah kota kita di mana tempat kita eh mencari nafkah, tempat kita bernafas, tempat kita lahir, maka cintai Kota Bandung salah satunya adalah dengan melakukan sesuatu loyalitas kepada Bandung. Sampah misalnya, yuk mulai dari diri kita. Lingkungan mulai dari diri kita. Kemudian kemacetan, yuk mulai dari kita antre yang benar," jelasnya.

Tim redaksi menilai bahwa pesan kolaboratif yang disampaikan pimpinan legislatif tersebut menjadi pengingat penting bahwa kemajuan kota memerlukan keterlibatan aktif semua pihak. Sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan media massa diyakini mampu mewujudkan Bandung yang semakin nyaman.

"Saya yakin kalau kita bersama-sama pemerintah, kemudian masyarakat, akademisi, media massa, bareng-bareng kita sinergi, insyaallah kota kita akan semakin baik di masa yang akan datang dan kota kita menjadi nyaman untuk tempat kita tinggal kita dan juga nyaman dikunjungi banyak orang," pungkasnya.

Topics
asep mulyadi kang asmul dprd kota bandung hari jadi kota bandung sekilas jabar detikjabar kota bandung batagor
Jurnalis Hukum & Kriminal

Bobi adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas di Jawa Barat. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal di Jawa Barat.