Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 tahun 2026 kembali menyita perhatian publik dengan mengusung konsep perayaan yang jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan pantauan dan analisis tim redaksi, rangkaian acara tahun ini dirancang lebih meriah namun tetap efisien dari sisi anggaran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Salah satu perubahan paling mencolok yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Bandung adalah peniadaan pawai mobil hias yang biasa diselenggarakan. Sebagai gantinya, Pemkot Bandung memperkenalkan konsep Pawai Jampana, yakni helaran budaya menggunakan tandu tradisional yang dihias sekreatif mungkin oleh masyarakat dan perangkat daerah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa konsep baru tersebut sengaja dipilih agar perayaan tetap semarak tanpa harus menghabiskan anggaran besar. "Insyaallah kami sedang merancang sebuah pawai yang sifatnya lebih sederhana, lebih menampilkan karya-karya kreatif yang tidak perlu menggunakan anggaran yang besar," ujar Farhan.
Selain atraksi budaya, perayaan HJKB ke-216 juga mengusung tema utama "Solidarity in Harmony" yang merefleksikan kebersamaan serta keragaman elemen warga Bandung. Semangat solidaritas ini turut diwujudkan lewat aksi nyata Bebersih Bandung serentak yang melibatkan puluhan kecamatan dan ratusan kelurahan di seluruh penjuru kota.
Rangkaian perayaan ini tidak hanya berhenti pada hari jadi resmi tanggal 25 September 2026, melainkan berlanjut hingga puncak selebrasi yang dijadwalkan pada 24 Oktober 2026 di Balai Kota Bandung. Berbagai agenda mulai dari pameran seni, kuliner, hingga peluncuran buku khusus turut memeriahkan hari bersejarah tersebut.